Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia mantap menutup sesi perdagangan saham di zona positif. Kondisi regional yang menguat dan aksi beli asing menjadi motor penggerak bursa jelang sesi penutupan.
Investor kembali menghindari saham-saham di sektor keuangan seiring akan adanya rebalancing MSCI pada malam nanti.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 1 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,159 poin (0,77%) ke level 152,306.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga menguat signifikan yaitu naik 7,062 poin (1,10%) ke level 648,922.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perdagangan dari zona merah. Namun, adanya aksi beli sempat mendorong ISSI dan JII masuk teritori positif.
Fluktuatifnya laju indeks ini kemungkinan dipicu aksi tunggu pelaku pasar terhadap data inflasi BPS yang mencatat deflasi 0,09 persen.
Dengan dana bergulir Rp 2,89 triliun, sebanyak 105 emiten syariah menutup perdagangan di awal Maret 2016 di zona hijau.Sedangakn 75 lainnya terserang aksi jual dan 53 emiten ISSI bertahan stagnan.
Lebih dari separuh, atau 19 emiten, penghuni indeks saham bluechips syariah juga ditutup menguat.
Saham sektor keuangan menjadi satu-satu indeks sektoral yang bergerak melemah dengan koreksi 1,45 persen. Sisanya, indeks sektor industri aneka memimpin penguatan usai menguat 2,48 persen, pertambangan 1,72 persen, dan properti 1,03 persen.
Top gainer di awal Maret ini dihuni UNVR yang menguat Rp 875. Diikuti ASII Rp 200, ITMG Rp 200, AALI Rp 125, dan INDF Rp 100 per saham.
Sementara di jajaran top losser bertengger saham-sagam LPPF yang melemah Rp 825, UNTR Rp 500, AKRA Rp 250, ICBP Rp 100, dan PGAS Rp 50 per saham.
Pemodal asing yang terlihat lesu di awal perdagangan justru membukukan nett buy Rp 223,89 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak menguat sepanjang perdagangan. Sore ini rupiah naik 28 poin (0,21%) menjadi 13.347 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya