Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dan Wapres Jusuf Kalla
Dream - Perusahaan pelat merah menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Jokowi mendesak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak cuma jadi jago kandang.
" Kita juga ingin BUMN kita tidak hanya jago kandang tapi juga berani menyerang ke negara- negara yang lain dalam rangka mengembangkan kekuatan ekonomi nasional kita," kata Jokowi dikutip dari laman Setkab, Selasa, 1 Maret 2016.
Jokowi mengatakan dirinya ingin BUMN juga ikut menyerang negara lain dalam rangka mengembangkan kekuatan ekonomi nasional.
Untuk memenuhi ambisinya, Presiden bahkan memerintahkan agar kementerian terkait untuk membuat road map BUMN yang kuat dan lincah, serta berani bersaing di era persaingan kompetitif. Peta jalan itu diharuskan selesai dalam enam bulan mendatang.
" Saya meminta desain, sebuah peta jalan, untuk trayek dalam bentuk sebuah super holding atau holding atau dimulai dulu dengan virtual holding," harap Presiden.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menambahkan permintaan presiden tersebut dimaksudkan untuk menghindarkan BUMN dari praktik-praktik keliru yang pernah terjadi di perusahaan pemerintah.
Dari hasil kajian para menteri, ungkap Pramono, perampingan BUMN kemungkinan bisa dilakukan untuk sektor infrastruktur, perbankan, pertambangan, energi baru, dan ketahanan energi.
Pemerintah, lanjutnya, berharap keberadaan BUMN dalam jangka panjang bisa menjadi pesaing yang kuat dari perusahaan pelat merah negara tetangga seperti Temasek dari Singapura atau Khazanah dari Malaysia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya