Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jika Anda sedang mencari tempat tinggal dan kualitas hidup yang tinggi, pergilah ke Wina, Austria.
Survei terbaru yang dirilis Mercer, konsultan SDM, mengungkapkan bahwa kota yang dikenal dengan musik klasik, seni dan sastra itu memiliki kondisi untuk hidup terbaik di dunia.
Survei Kualitas Hidup Mercer, yang memeringkat lebih dari 200 kota, telah memasuki tahun ke-18. Selama melakukan survei, Mercer selalu mendasarkan pada sejumlah faktor, seperti layanan kesehatan, layanan publik, fasilitas rekreasi, politik dan lingkungan sosial.
Seperti dilansir dari Gulf News, Senin, 29 Februari 2016, survei ini bertujuan untuk membantu perusahaan menentukan tunjangan dan insentif yang sesuai bagi karyawan yang melakukan tugas internasional.
Untuk kota dengan kualitas hidup terburuk tahun ini disandang oleh Baghdad. Sementara Singapura berada di peringkat nomor satu yang memiliki kualitas hidup terbaik di Asia. Tingkat kualitas hidup kota Singapura bahkan lebih tinggi dari banyak kota di seluruh dunia.
Sementara untuk kawasan Timur Tengah, kota dengan kualitas hidup terbaik diraih oleh Dubai. Sedangkan kota Paris, New York dan London tidak mampu masuk dalam 10 besar kota dengan tingkat kualitas hidup terbaik.
Tingkat keselamatan perorangan di kota London bahkan dianggap buruk dengan masuk ke peringkat 72 secara global.
Kota-kota Eropa, terutama yang berbahasa Jerman, mendominasi 30 besar. Meskipun masalah keamanan, kerusuhan sosial dan kekhawatiran tentang prospek ekonomi di kawasan ini masih menghantui para pelancong bisnis.
Setelah Wina, ada kota Zurich di tempat kedua, Auckland di posisi tiga, Munich di peringkat empat dan Vancouver menjadi penutup lima besar.
Singapura, yang menempati posisi 26 secara global, adalah satu-satunya kota di Asia yang masuk daftar 30 kota teratas.
" Semakin tingginya ancaman keamanan dalam negeri dan global, perpindahan penduduk akibat kekerasan, dan kerusuhan sosial di pusat-pusat bisnis utama di seluruh dunia, menambah tantangan kompleks yang dihadapi perusahaan multinasional ketika menganalisis keselamatan dan kesehatan tenaga kerja asing mereka," kata Ilya Bonic, Senior Partner dan President Talent Business Mercer.
" Perusahaan multinasional perlu data yang akurat dan metode objektif untuk menentukan implikasi biaya standar hidup dan isu-isu keselamatan pribadi yang memburuk ketika membiayai ekspatriat."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya