Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks saham syariah berhasil kembali ke zona positif setelah muncul aksi beli investor. Saham-saham di sektor perdagangan dan perkebunan menjadi motor penggerak bursa.
Penguatan ini sekaligus ajang investor memasang posisi jelang pengumuman data terbaru Inflasi yang besok disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,149 poin (0,77%) ke level 151,147. Indeks saham Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 5,237 poin (0,82%) ke level 641,860.
Posisi akhir indeks saham syariah di hari terakhir Februari 2016 ini lebih tinggi dari posisi pembukaan tadi pagi. Meski ISSI dan JII sempat meluncur ke teritori negatif.
Sepanjang hari ini ISSI memang bergerak fluktuatif. Menguat di awal sesi, ISSI terseret masuk zona merah dengan posisi terendah di 149,481. Indeks saham bluechips syariah JII sempat jatuh ke level 633,784.
Berbaliknya ISSI ke zona hijau tak lepas dari menguatnya harga saham dari 93 emiten syariah. Meski tekanan masih diberikan 79 emiten syariah yang bergerak melemah dan 58 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,49 tirliun dengan 24,11 miliar saham berpindahtangan.
Empat indeks sektor saham bergerak signifikan dengan menguat diatas 1 persen. Keempat indeks sektoral itu adalah perdagangan yang nak 1,78 persen, perkebunan 1,51 persen, barang konsumsi 1,20 persen, dan keuangan 1,71 persen.
Investor cenderung menghindari saham properti dan infrastruktur yang ditutup melemah 0,28 persen dan 0,52 persen.
Dengan 19 saham ditutup menguat, daftar top gainer saham bluechips syariah awal pekan ini dihuni LPPS yang melompat Rp 1.475. Diikuti AALI Rp 700, ICBP Rp 625, UNVR Rp 625, dan AKRA Rp 400.
Sementara saham pelat merah merajai daftar top losser JII dipimpin JSMR yang turun Rp 125, PTPP Rp 70, TLKM Rp 60, dan WSKT Rp 10 per saham. Emiten lainnya adalah INCO yang turun Rp 35, dan MIKA Rp 25 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia diselamatkan aksi beli jelang penutupan. IHSG ditutup menguat 37,807 poin (0,80%) ke level 4.770,956. Lantai bursa sore ini mentransaksikan dana sekitar Rp 5,3 triliun dengan posisi nett buy asing mencapai Rp 250 miliar.
Menguatnya bursa saham Indonesia, sayangnya, tak berpengaruh besar pada pergerakan rupiah. Sore ini rupiah turun tipis 9 poin (0,07%) menjadi 13.390 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya