Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Aksi reboun berlanjut di pembukaan perdagangan awal pekan. Namun penguatan ini tak bertahan lama setelah muncul aksi jual investor.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,23 poin ke level 150,228.
Awal positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 1,243 poin ke level 637,866.
Sayang, penguatan kedua indeks acuan saham syariah ini tak berlangsung lama. Hingga pukul 09.35 WIB, ISSi sudah terkoreksi 0,497 poin (0,33%) ke level 149,501. Sementar aindeks JII turun 2,658 poin (0,42%) ke level 633,965.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai Rp 443,82 miliar dengan 4,95 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi jual untuk sementara telah menyeret 71 emiten syariah masuk zona negatif. Sementara 54 emiten ISSI bertahan untuk menguat dan 40 lainnya melaju stagnan.
Saham-saham di sektor komoditas kali ini menjadi buruan investor. Indeks sektor pertanian sudah menguat 1,19 persen, begitu pula pertambangan naik 0,19 persen.
Emiten lain yang menjadi buruan investor adalah saham keuangan yang naik 0,11 persen dan industri dasar 0,05 persen.
Dari kawasan regional, sejumlah indeks utama bursa Asia membuka perdagangan dari zona hijau. Sama dengan Indonesia, tekanan jual juga mulai melanda saham Tionkok dan Korea. Sementara indeks Nikkei Jepang masih menguat 66,800 poin (0,41%) begitu pula Strait Times Singapura naik 0,09 persen.
Di pasar keuangan, dolar AS tampaknya sedang menunjukan keperkasaannya. Pagi ini rupiah sudah terkoreksi 14 poin (0,10%) menuju 13.395 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya