Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penandatanganan MoU OJK-NU Dalam Penerapan Sosialisasi Ekonomi Syariah (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memperkuat penerapan ekonomi syariah di Indonesia. Hal itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (Master of Agreement/MoU) antara OJK dengan PBNU.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, kerjasama dengan NU selain mendorong edukasi, juga untuk mengenalkan kepada masyarakat sistem ekonomi syariah.
" Kerjasama ini diharapkan dapat mengembangkan pemahaman masyarakat mengenai sistem ekonomi syariah dan membagi pengetahuan tentang perencanaan keuangan," kata Muliaman di Gedung PBNU, Jakarta, Senin 29 Februari 2016.
Muliaman mengatakan, kerjasama OJK dengan NU juga dilandasi survei OJK pada 2013. Dalam survei itu, OJK mendapat temuan akses masyarakat pedesaan ke sistem keuangan masih sangat rendah.
" Hanya sekitar 21 persen 17 tahun ke atas telah melek keuangan. Dengan tingkat penggunaan layanan keuangan sebesar 54,9 persen," ucap dia.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj sendiri menyambut baik kerjasama ini. Menurut Said, edukasi ini penting dilakukan karena banyak warga NU yang tidak paham dengan sistem dan perencanaan keuangan sekarang ini.
" Ini tantangan kami sebagai ormas Islam. Kerjasama ini juga sebagai bentuk edukasi bagi kami," kata Said.
Meski begitu, dia menyangkal jika warga santri tidak mengenal sistem ekonomi syariah. Kyai Said menyebut para santri sebetulnya tahu istilah-istilah ekonomi syariah dari kitab kuning yang dipelajari.
" Sayangnya, para santri enggan mendalami karena " manut" dengan apa yang disampaikan kyainya. Dan kyainya enggan memberi pemahaman kata baru," ucap dia.
Dengan adanya kerjasama ini, Said berharap suatu saat nanti ekonomi syariah dapat menjadi bagian penting dalam mendorong kemakmuran bangsa.
" Sistem ekonomi atau perbankan syariah itu harus kita perjuangkan, hasil atau enggaknya kita pasrahkan kepada Allah," kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya