Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah survei terbaru menunjukan lebih dari 80 persen pekerja di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yakin Ramadan merupakan bulan yang bisa mengangkat moral kerja.
Mengutip laporan Saudigazette, Kamis, 3 Juli 2014, survey dari Bayt.com berjudul Ramadan in The MENA Workplace menemukan 44,5 persen peserta survei mengaku tingkat efisiensinya tak terpengaruh dengan Puasa.
Sebaliknya, 55 persen dari peserta survei justru mengaku keputusan dan pertemuan penting tak tertunda hingga Ramadan berakhir.
Sebanyak 9 dari 10 pekerja profesional mengaku memiliki jam kerja yang berbeda selama bulan puasa. Dengan kebijakan ini, para pekerja justru menganggap jam kerja yang lebih panjang selama bulan suci ini akan berpengaruh positif bagi kinerjanya.
Sentimen ini diyakini bakal ikut berpengaruh pada kinerja perusahaan yang akan lebih baik. Sebanyak 42,1 persen peserta survei meyakini hal tersebut.
Namun harus diakui, aktivitas bisnis selama Ramadan memang mengalami perlambatan. Para pekerja profesional menyatakan kondisi ini tak terlepas dari mitra kerjanya yang mengambil liburan selama Ramadan.
Pemicu lainnya kemungkinan berasal dari jam bangun masyarakat yang lebih siang dari biasanya.
Para pekerja yakin, motivasi para pegawai selama Ramadan akan semakin meningkat jika perusahaan menawarkan bonus bagi karyawannya.
Ramadan juga dilaporkan sebagai bulan dimana aktivitas sosial semakin meningkat. Sebanyak 87,8 persen pegawai mengakui perusahaan menjadi lebih murah hati selama bulan ini.
Dalam hubungan sosial, Ramadan juga menjadi ajang dimana aktivitas sosialisasi diantaa teman semakin meningkat. Sayangnya, lebih dari separuh peserat survei mengaku pegawai menjadi murah marah selama bulan ini.
Untuk urusan belanja, sebanyak 8 dari 10 responden mengaku adanya peningkatkan konsumsi bahan makanan dan jasa. Bagi para pencari kerja, Ramadan justru menjadi waktu yang kurang tepat untuk mencari pekerjaan baru.
Sebanyak 44,6 persen responden mengaku sulit mencari pekerjaan baru selama Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Meski masih ada 31,9 persen peserta yang yakin bisa mendapatkannya lebih mudah.
" Inilah waktu paling menantang khususnya bagi para profesional yang ingin menyeimbangkan tekanan kerja dan ibadah Ramadan," ujar Suhail Masri, VP of Sales dari Bayt.com. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya