7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dirut PT KCI Mukti Jauhari (Liputan6.com)
Dream - Kabar duka tengah melanda keluarga besar PT KAI. Direktur Utama PT KAI Commuter Indonesia (KCI), Mukti Jauhari, meninggal dunia akibat sakit para Minggu, 27 Juni 2021 pukul 10.00 WIB.
" Almarhum wafat dalam usia 55 tahun, meninggalkan istri, tiga orang putra dan satu orang putri," ujar Corporate Secretary KCI, Anne Purba.
Anne mengatakan jenazah Mukti dibawa ke Klaten, Jawa Tengah. Keluarga berencana memakamkan Mukti di kampung kelahirannya.
" Kami sangat kehilangan figur seorang pemimpin yang hangat, pekerja keras, dan memiliki banyak ide untuk meningkatkan layanan KRL di tengah berbagai tantangan pada masa pandemi ini," kata dia.
Anne pun memohonkan doa terbaik untuk Mukti. " Keluarga dan kerabat yang ditinggalkan agar diberi ketabahan," ungkap dia.
Meski sedang berduka, KCI tetap mengadakan layanan KRL dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Keamanan dan keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas.
" Kami menerapkan protoko kesehatan sebagaimana aturan yang ada yaitu mengikuti pengukuran suhu tubuh, wajib memakai masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL dan menjaga jarak aman sesama pengguna ketika berada di stasiun maupun di dalam kereta," kata Anne.
Mukti meniti karier di dunia perkeretaapian usai menyandang gelar Sarjana Teknik Mesin UGM pada 1992. Dia resmi bergabung dengan KAI pada 1993.
28 tahun berkarier bersama KAI, Mukti banyak menangani bidang teknis khususnya sarana perkeretaapian dan teknologi informasi. Dia pernah menduduki posisi Vice President Information System dan Corporate Deputy Director of Information System.
Selain itu, dia pernah bertugas dalam posisi Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales. Kemudian, dia dipercaya memimpin perusahaan operator Kereta Bandara, PT Railink.
Jabatan terakhir yang dia emban yaitu Dirut KCI hingga meninggal dunia, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?