Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Di Mesir
Dream - Jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di sektor perbankan pada 2020, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengingatkan kalangan perbankan syariah untuk segera berbenah. Salah satunya adalah menambah produk-produk syariah yang saat ini sudah mulai dikembangkan bank syariah internasional.
Ketua Umum Asbisindo, Yuslam Fauzi, mengakui perbankan syariah nasional saat ini memang masih memiliki banyak kekurangan. Kurangnya variasi produk syariah bagi nasabah menjadi kelemahan terbesar yang dialami bank syariah.
Kekurangan ini justru bisa menjadi kendala utama yang bakal dihadapi bank syariah lokal untuk bersaing dengan perbankan syariah asing.
" Mereka (bank syariah di luar negeri) lebih kaya dalam menawarkan produk," ujar Yuslam di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 9 Mei 2014.
Yuslam menuntut agar perbankan syariah di Indonesia belajar dengan cepat dalam upay mengembangkan produk-produknya.
" Jadi jenis-jenisnya bisa improve lebih cepat, kan Islamnya sama, masa produknya berbeda-beda. Di Indonesia masih banyak produk yang belum ada, sementara di bank syariah asing sudah ada, contohnya tawarruk (produk bursa berjangka). Nanti susah kalau sudah MEA," tegasnya.
Selain variasi produk, Yuslam menyatakan perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli perbankan syariah.
" Saat ini banyak lulusan sarjana tetapi belum siap pakai untuk perbankan syariah. Jadi dalam waktu cepat, harus menyediakan tenaga-tenaga ahli di sektor syariah yang siap pakai. Jangan saat open market, kita dibanjiri tenaga-tenaga yang lebih siap," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya