Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pixabay.com
Dream - Menjelang hari libur nasional yang bertepatan dengan Lebaran Idul Fitri, harga rumah bekas di wilayah Jabodetabek mengalami kenaikan.
" Perkembangan industri real estate Indonesia menjadi salah satu topik yang selalu ramai diperbincangkan,” ujar CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan, dalam keterangan resmi, Sabtu, 30 April 2022.
Hal tersebut tampak di statistik yang dimuat di dalam Flash Report persembahan Rumah123.com edisi Maret 2022. Laporan tersebut menunjukkan harga rumah seken di Indonesia meningkat 0,5 persen pada Maret 2022.
Wasudewan menjelaskan secara year on year keseluruhan harga rumah lebih tinggi 3,1 persen dibandingkan dengan Maret 2022. Kota Medan mencatatkan kenaikan tahunan terbesar yang mencapai 8,5 persen.
Data ini juga merekam kenaikan secara month to month terjadi di 9 dari 13 kota yang masuk indeks data Rumah123.com.
Di Jabodetabek, secara month-on-month, semua kota mengalami kenaikan harga. Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen, 0,7 persen, 0,2 persen, 2,9 perse , dan 0,1 persen secara berurutan.
Secara year-on-year, dari Maret 2021 hingga Maret 2022, semua kota di Jabodetabek juga mencatat kenaikan harga. Seperti di Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor dan Bekasi harganya meningkat sebesar 1,5 persen, 5 persen, 3,3 persen, 2,7 persen dan 3,2 persen secara berurutan.
Wasudewan juga mengatakan untuk kota besar lainnya di Pulau Jawa, secara month-on-month, harga di Bandung dan Semarang tumbuh sebesar 0,8 persen dan 0,9 persen secara berurutan.
Sementara harga di Surabaya dan Surakarta turun sebesar 0,5 persen dan 1,5 persen dan harga di Yogyakarta tetap sama.
Secara year-on-year, harga rumah di Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta naik sebesar 4,9%, 0,7%, 4,1%, 3,9%, dan 1,5% berturutan dari bulan Maret 2021.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya