Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Muslim Jepang
Dream - Jepang masuk daftar terbaru pusat keuangan dunia yang mengaku tertarik pada sistem keuangan syariah. Langkah ini diprediksi bakal memperkuat ikatan ekonomi regional sekaligus membuka peluang bank Jepang untuk terjun dalam pasar yang tengah tumbuh pesat.
Selama ini, Tokyo telah lama menjadi pemberi bantuan keuangan bagi negara-negara berkembang. Bank-bank Jepang telah aktif di Asia dan Timur Tengah. Namun porsi keuangan syariah hingga saat ini masih berperan kecil.
Kondisi ini diperkirakan segera berubah seiring upaya regulator Jepang memfasilitasi pengembangan sektor keuangan syariah. Jika terealisasi, aturan ini akan membantu Jepang yang mulai kehilangan pengaruh di tingkat regional menjelang peluncuran Asian Infrastructure Investment Bank yang dipimpin China.
Keuangan syariah, yang mengikuti prinsip-prinsip keagamaan seperti larangan bunga dan spekulasi moneter, telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir di negara-negara selain di pasar inti, seperti kawasan Teluk dan Asia Tenggara.
Sektor ini telah meraih perhatian pusat keuangan global. Inggris, Hong Kong dan Luksemburg telah menerbitkan sukuk perdana dalam setahun terakhir dan aset industri syariah di seluruh dunia sekarang diperkirakan lebih dari US$ 2 triliun.
Pada bulan Februari, regulator keuangan Jepang berjanji mempelajari aturan yang tidak mengikat bagi bank-bank lokal untuk mengadopsi produk-produk keuangan syariah. Hal ini berpotensi membuka peluang bagi produk utang syariah (sukuk) untuk masuk ke pasar obligasi terbesar kedua di dunia ini.
Selama tahun 2014, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU), pemberi pinjaman terbesar di Jepang, dan Sumitomo Mitsui Banking Corp telah memperluas kegiatan keuangan syariah di luar negeri.
" Untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan penuh, BTMU sedang mempertimbangkan bisnis keuangan syariah di cabang Dubai, pusat syariah untuk Timur Tengah," kata seorang juru bicara BTMU.
Pada bulan September, BTMU menjadi bank umum Jepang pertama yang mengeluarkan sukuk melalui unit mereka di Malaysia. Bahkan Japan International Cooperation Agency (JICA) ikut masuk dalam gerbong industri syariah, membantu rencana Yordania untuk menerbitkan sukuk perdana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya