Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (worldhalalsummit.com)
Dream - Kementerian Perdagangan berambisi menjadi pusat produk halal dunia. Ambisi itu didasari oleh besarnya penduduk muslim di tanah air.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak menyatakan bahwa populasi masyarakat muslim yang tersebar di seluruh dunia merupakan potensi pasar yang sangat besar dan menjanjikan.
" Indonesia ingin memantapkan diri sebagai salah satu penyuplai utama produk halal di pasar global dan menjadi pusat produk halal dunia,” jelas Nus dalam keterangan persnya, Kamis, 2 April 2015.
Konsumsi produk halal global pada 2018 diprediksi mencapai sekitar USD 1,63 triliun atau 17,4% dari total konsumsi dunia. Hal ini diperkirakan karena konsumen dunia mulai melirik produk halal yang identik dengan produk berkualitas.
Untuk menarik pasar produk halal ini, Kemendag mengikuti pameran Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) yang akan berlangsung pada 1-4 April 2015 mendatang di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia.
MIHAS merupakan pameran bertaraf internasional yang diklaim sebagai salah satu pameran yang hanya fokus menampilkan produk halal terbesar di kawasan ASEAN yang berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dari 70 negara pada penyelenggaraan tahun 2014.
Tahun ini Paviliun Indonesia menjadi paviliun terbesar di MIHAS. Selain Indonesia, Taiwan, Saudi Arabia, Afrika Selatan, dan Thailand juga berpartisipasi dalam pamaeran tersebut.
" Pameran ini penting dilakukan guna mengubah persepsi dunia terhadap produk halal. Upaya seperti ini akan dilakukan secara berkesinambungan," ujar Nus.
Produk halal adalah produk yang diproduksi sesuai hukum syariah. Produk halal bermakna baik, yang mencakup keselamatan, kesehatan, lingkungan, keadilan, serta keseimbangan alam. Untuk itu, produk halal, terutama makanan, mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan sehingga diakui dunia, setidaknya di negara-negara Muslim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya