Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Terhitung mulai hari ini, Rabu 1 April 2015, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menaikkan tarif Kereta Api (KA) Ekonomi untuk jarak menengah dan jarak jauh.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Hanggoro Budi Wiryawan mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, tarif angkutan kereta api akan naik antara 30 sampai 60 persen.
Namun, kenyataannya, terdapat tarif kereta yang naiknya hampir 200 persen, seperti tarif KA Penataran Surabaya-Malang-Blitar, dari Rp 5.500 menjadi Rp 15.000.
Seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu, 1 April 2015, kenaikan tarif kereta, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, dipengaruhi empat faktor:
1. Kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi,
2. Perubahan pedoman perhitungan tarif Peraturan Menteri Perhubungan No 28 tahun 2012 menjadi Peraturan Menteri Perhubungan No 69 tahun 2014,
3. Perubahan margin dalam perhitungan BOP KA Ekonomi dari semula 8 persen menjadi 10 persen, dan
4. Kurs dollar AS terhadap rupiah.
Berikut daftar lengkap tarif baru kereta api per 1 April 2015:
- KA Penataran Surabaya-Malang-Blitar, dari Rp 5.500 menjadi Rp 15.000
- KA Penataran Surabaya-Malang dari Rp 5.500 menjadi Rp 10.000
- KA Dhoho Blitar-Sukomoro-Baron-Surabaya Rp 5.500 menjadi Rp 15.000, .
- KA Tumapel Malang-Surabaya dari Rp 4.000 menjadi Rp 10.000
- KA ekonomi lokal Surabaya Pasar Turi-Bojonegoro dari Rp 3,000 menjadi Rp 10.000
- KA ekonomi lokal Surabaya Kota-Kertosono dari Rp 2,000 menjadi Rp 10.000
- KRD Surabaya-Porong dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.000
- KA Kertajaya (Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen) dari Rp 50.000 menjadi Rp 90.000
- KA Brantas (Kediri – Pasar Senen) dari Rp 55.000 menjadi Rp 90.000
- KA Matarmaja (Malang – Pasarsenen) dari Rp 65.000 menjadi Rp 115.000
- KA Tawang Jaya (Semarang Poncol – Pasarsenen) dari Rp 45.000 menjadi Rp 65.000
- KA Kalijaga (Semarang Poncol – Purwosari) masih tetap Rp 10.000
- KA Tegal Arum (Tegal – Jakarta kota) dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000
- KA Logawa (Purwokerto-Jember PP), KA Kutojaya Utara (Kutoarjo-Pasar Senen PP), dan KA Bengawan (Purwosari-Pasarsenen PP) menjadi Rp 80.000
- KA Progo berubah menjadi Rp 75.000
- KA Gaya Baru Malam menjadi Rp 110.000
- KA Kahuripan (Kediri-Kiaracondong PP) menjadi Rp 90.000
- KA Pasundan (Surabaya-Kiaracondong PP) menjadi Rp 100.000
- KA Serayu (Purwokerto-Jakarta lewat Bandung PP) menjadi Rp 70.000
- KA Kutojaya Selatan (Kutoarjo-Kiaracondong PP) menjadi Rp 65.000
- KA Bengawan (Purwosari-Pasar Senen Jakarta) dari Rp 50.000 menjadi Rp 80.000
- KA Progo Lempuyangan-Pasar Senen dari dari Rp 50.000 menjadi Rp 75.000
- KA Sri Tanjung Lempuyangan Banyuwangi dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000
- KA Kalijaga Purwosari-Semarang Poncol dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.000
- KA Sriwedari AC Solobalapan-Jogja dari Rp 10.000 menjadi Rp 13.000
- KA Prameks Solobalapan-Jogja dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000
- KA Prameks Jogja-Kutoarjo dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000
- KA Prameks Kutoarjo-Solobalapan dari Rp 12.000 menjadi Rp 15.000
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari