Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo menilai saat ini jumlah bioskop sangat minim. Menurut laporan yang diterimanya, Jokowi menyatakan saat ini jumlah bioskop hanya seribuan. Padahal idealnya, sekitar 5-6 ribu.
“ Berarti masih kurang 4 ribuan. Ini tugasnya pemerintah untuk memberikan stimulasi agar yang dua ini bisa hidup lagi. Kalau yang dua ini hidup lagi, saya meyakini industri perfilman dengan insentif dari pemerintah, akan menguasai pasar,” sindir Jokowi seperti dikutip dari setkab.go.id, Rabu 1 April 2015.
Hal ini disampaikan Jokowi ketika menyambut insan perfilman yang bertandang ke Istana Negara dalam rangga menyambut Hari Film Nasional.
Dalam sambutannya, Jokowi mengisahkan masa-masa mudanya yang senang menonton sekurangnya dua minggu sekali.
“ Dulu saya ingat, di daerah itu ada tiga tempat nonton film: ada yang elit, ada yang rakyat, ada yang misbar. Saya nontonnya yang di rakyat. Jadi kalau di elit itu di bioskop gedenya sudah main bulan Januari, saya nunggunya bulan Juni, 6 bulan setelah itu. Kalau luput, ya nanti nunggu di misbar-nya,” kenang Jokowi disambut tawa hadirin.
Sekarang pun, lanjut Jokowi, ia juga masih menonton tetapi tidak sering, sekurangnya tiga bulan sekali. Terakhir, Jokowi mengaku senang film dengan genre komedi.
“ Kalau yang dulu Dono Kasino, Benjamin, sekarang yang saya lihat sering nonton filmnya Raditya: Cinta Brontosaurus, yang pakai salmon apa ya.. Manusia Setengah Salmon, terus Comic Eight. Comic Eight saya lihat juga dan bagus sekali, saya senang sekali,” ujarnya.
Namun Jokowi mengeluhkan, film-film itu sekarang hanya bisa dinikmati di bioskop yang ada di mal-mal besar, sedang yang untuk rakyat atau untuk misbar sudah tidak bisa lihat lagi sekarang.
“ Inilah saya kira tugas pemerintah, tugas Kementerian, tugas Badan Ekonomi Kreatif untuk memunculkan yang dua ini lagi agar rakyat bisa nonton film Indonesia,” tutur Jokowi.
Jokowi meminta Badan Ekonomi Kreatif agar merumuskan insentif yang bisa mendorong industri perfilman nasional bisa hidup lagi.
“ Kita memiliki pasar yang sangat besar sekali, pasar yang sangat besar sekali. Jangan sampai nanti yang karena industri perfilman Indonesia yang tidak menguasai pasar justru dikuasai oleh film-film dari luar, entah Hollywood, entah Bollywood, entah dari Korea atau dari Jepang yang justru menguasai pasar,” pesannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya