Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Aksi Beli Dorong Indeks Syariah Dibuka Menguat

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 2 April 2015 09:23
Aksi Beli Dorong Indeks Syariah Dibuka Menguat
Asing belum berhenti melakukan aksi beli saham.

Dream - Setelah kemarin dilanda aksi jual pemodal, bursa saham Indonesia kembali meniti jalan dari zona hijau. Saham-saham di sektor barang konsumsi dan keuangan memimpin penguatan indeks.

Kondisi bursa regional yang relatif aman jelang libur panjang ini ikut memicu pelaku pasar melantai di pasar modal Indonesia.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 2 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan menanjak 0,392 poin (0,23%) ke level 172,644.

Penguatan ini didorong naiknya harga saham dari 14 emiten syariah. Namun ISSI meski mewaspadai 7 emiten yang memulai perdagangan dari zona merah.

Transaksi perdagangan saham syariah dimulai dengan aksi jual beli 57,10 juta saham bernilai Rp 14,75 miliar

Di sesi pembukaan, ISSI kembali bergerak menguat 0,413 poin (0,24%) ke level 172,665

Pembukaan di zona hijau juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indec (JII). Memulai sesi pra pembukaan, JII menguat 2,425 poin (0,34%) ke level 721,012.

JII kembali menanjak 2,482 poin (0,35%) ke level 721,069 di sesi pembukaan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin tertekan aksi jual kini juga kembai menguat. IHSG naik 13,29 poin (0,24%) ke level 5.480,164 di sesi pra pembukaan.

IHSG kembali menanjak di sesi pembukaan dengan kenaikan 11,236 poin (0,21%) ke level 5.478,103.

Pemodal memulai sesi pemanasan ini dengan melakukan transaksi terhadap 69,70 juta saham bernilai Rp 27,34 miliar.

Pemodal asing masih belum menghentikan aksi belinya. asing mencetak nett buy Rp 5,76 miliar.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei dan Hang Seng kompak bergerak menguat 1,47 persen dan 0,37 persen.

Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat kecual saham emiten perdagangan yang masih bergerak labil.Emiten sektor consumer dan keuangan memimpin penguatan masing0masing 0,71 persen dan 0,60 persen.

Dari pasar keuangan, rupiah yang sempat melemah di sesi pembukaan kini sedikit bergerak menguat. Rupiah terapresiasi 63 poin (0,48%) menjadi Rp 12.981 per dolar AS.

Beri Komentar