Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilutrasi
Dream - Aksi para pencari untung menyeret indeks saham Indonesia yang kemarin naik signifikan. Padahal data ekonomi terbaru relatif dapat ditoleransi pelaku pasar.
Pelemahan indeks juga terjadi berlanjutnya aksi beli investor asing. Meski lebih rendah dari kemarin, asing membukukan nett buy Rp 461 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergerus 1,846 poin (1,06%) ke level 172,252.
ISSI bahkan menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona negatif. Level tertinggi ISSI hanya mampu dicetak di level 174,055, lebih rendah dari posisi penutupan kemarin.
Tergerusnya poin ISSI terseret melemahnya harga saham dari 125 emiten syariah. Penguatan yang dicetak 74 emiten ISSI tak mampu mencegak indeks acuan saham syariah ini bertahan di zona hijau.
Pelaku pasar menggelontorkan dana hingga Rp 3,67 triliun untuk transaksi 32,88 miliar saham.
Koreksi lebih dalam dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup melemah 9,617 poin (1,32%) ke level 718,587.
Sama dengan ISSI, laju JII juga dihabiskan di zona merah. JII hanya mampu mencetak level tertinggi 727,806 dan terendah di 716,560.
Sebanyak 13 emiten unggulan syariah terserang aksi ambil untung pelaku pasar. Sementara 12 lainnya berhasil bertahan di zona hijau.
Saham bluechips syariah yang kemarin mencetak top gainer kini justru menjadi pemicu rontoknya JII. Top losser JII dihuni oleh UNVR yang melemah Rp 625, disusul ASII Rp 400, AALI Rp 300, ICBP Rp 275, dan ITMG Rp 150 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut tumbang dengan rontok 51,808 poin (0,94%) ke level 5.466,867. IHSG kembali longsor dari level 5.500.
Laju IHSG cukup beruntung karena sempat menyentuh zona hijau. Posisi tertinggi IHSG sempat menyentuh level 5.524,036.
Lantai bursa sepanjang hari ini mentransaksikan 61,89 miliar saham bernilai Rp 6,38 triliun.
Dari kawasan regional, laju indeks saham utama Asia relatif tak berubah. Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng sore ini menguat 1,66 persen dan 0,73 persen. Sebaliknya Nikkei tergusur 0,90 persen.
Kurs rupiah hari ini jusru menunjukan keperkasaannya. Rupiah bertengger di level 12.975 per dolar AS atau menguat 98 poin (0,75%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya