Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Sempat memberikan harapan munculnya rebound, bursa saham Indonesia justru berbalik ditutup melemah. Aksi beli jelang penutupan tak cukup kuat mengangkat indeks saham syariah.
Aksi belanja pemodal asing juga perlahan mulai berkurang. Meski masih mencetak nett buy, asing mengurangi porsi belanja mereka.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 2 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergelincir 0,508 poin (0,29%) ke level 171,744.
Pagi tadi ISSI sempat membuka harapan setelah dibuka menguat 0,413 poin (0,24%) ke level 172,665. ISSI bahkan sempat terdongkrak ke posisi tertinggi di 173,021.
Namun munculnya aksi jual pelaku pasar pelan-pelan menggerogoti kenaikan ISSI hingga menyentuh level terendah 171,231.
Jelang libur panjang akhir pekan, ISSI hanya mentransaksikan 31,74 miliar saham bernilai Rp 3,57 triliun.
Aksi jual beli investor berhasil mengangkat 90 emiten ke zona positif. Sayang, investor memilih untuk melepas 102 emiten ISSI ke zona merah.
Pelemahan juga melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 1,790 poin (0,25%) ke level 716,797.
Indeks JII terseret koreksi harga saham yang melanda 16 emiten bluechips syariah. Beruntung masih ada 11 emiten lainnya yang menahan JII melemah lebih dalam.
Pencapaian tertinggi JII sore ini dicetak di level 723,150 dan terendah 713,481.
Tak cuma indeks syariah, kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal sesi juga ikut tergerus aksi jual investor.
IHSG ditutup melemah 10,468 poin (0,19%) ke level 5.456,399.
Lantai bursa diguyur dana investor hingga 58,20 miliar saham bernilai Rp 5,42 triliun. Dari jumlah itu, asing membukukan nett buy hingga Rp 269,36 triliun.
Melemahnya sejumlah indeks saham Indonesia berbanding terbalik dengan laju saham bursa utama Asia. Indeks Hang Seng dan Nikkei justru ditutup menguat 0,77 persen dan 1,46 persen.
Begitu pula dengan kurs rupiah yang bergerak menguat 98 poin (0,75%) menjad 12.950 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya