Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Presiden Joko Widodo Saat Sidang Tahunan MPR/DPR
Dream - Presiden Joko Widodo menyampaikan anggaran negara tahun 2021 akan difokuskan pada upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemik Covid-19. Penanganan ini menjadi perhatian banyak negara di dunia terutama stimulus fiskal.
Dalam Pidato penyampaian Rancangan UU APBN 2021 Beserta Nota Keuangannya di Sidang Tahunan MPR/DPR, Jumat, 14 Agustus 2020, presiden mengatakan pandemik Covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abada ini.
" Berasal dari masalah kesehatan, dampak pandemik Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan sektor keuangan," ujar Jokowi.
Penanganan yang luar biasa, teritama stimulus fiskal, telah dilakukan oleh banyak negara, Jerman diketahui mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8 persen PDBnya. Namun pertumbuhannya terkontraksi minus 11,7% di kuartal kedua 2020.
Hal yang sama terjadi pada Amerika Serikat mengalokasikan 13,6 persen PDB, namun pertumbuhan ekonominya minus 9,5%.
" Kita pun melakukan langkah yang luar biasa..... Tahun 2020, APBN telah diubah dengan defisit sebesar 5,07 persen PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,34 persen PDB," ujaar Jokowi.
Pelebaran defisit terpaksa dilakukan karena kebutuhan penanganan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian di saat pendapatan negara menurun.
Menyambut tahun 2020, pemerintah menyatakan ketidakpastian global domestik masuk akan terjadi. Upaya program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan berbarengan dengan reformasi di bidang bidang.
Presiden juga meminta kebijakan relaksasi defisit di atas 3 persen dari PDB tetap diberlakukan. Namun hal itu diikuti dengan tindakan kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal.
Terkait RAPBN 2021, pemerintah akan mengarahkan anggaran negara pada empat hal yaitu mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, serta mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi.
Dua arah anggaran negara di tahun depan juga akan difokuskan pada upaya mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital serta pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.
Jokowi memastikan RAPBN harus mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik, juga efektivitas pemulihan ekonomi nasional serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan.
" Pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan, reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan," janji Jokowi.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya