Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Jokowi (setkab.do.id)
Dream - Jokowi berang karena jajarannya lebih memilih belanja produk impor daripada barang karya dalam negeri. Padahal, kata presiden bernama lengkap Joko Wododo itu, anggaran belanja pemerintah sangat besar.
" Cek yang terjadi, sedih belinya barang-barang impor semua. Padahal kita memiliki pengadaan barang dan jasa anggaran modal pusat itu Rp526 triliun," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada jajaran menteri, kepala daerah, dan direktur utama BUMN, tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat 25 Maret 2022.
Menurut Jokowi, anggaran belanja pemerintah daerah di Indonesia sebesar Rp535 triliun. Angka itu lebih besar dari anggaran pemerintah pusat yang totalnya Rp526 triliun. Sementara, anggaran BUMN berjumlah Rp420 triliun.
" Ini duit gede banget, besar sekali. Enggak pernah kita lihat," tegas Jokowi.
Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, jika anggaran itu dibelanjakan barang buatan dalam negeri, maka bisa menggerakkan ekonomi nasional.
" Ini kalau digunakan, kita tidak usah muluk-muluk, dibelokkan 40 persen bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi kita yang pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa 1,5-1,7 persen dan BUMN 0,4 persen. Ini kan 2 persen lebih," papar dia.
Jokowi mengatakan, bila anggaran belanja pemerintah dipakai membeli barang produk dalam negeri, terutama UMKM, maka Indonesia tidak perlu repot mencari investor untuk memutar roda ekonomi dalam negeri.
" Tidak usah cari ke mana-mana. Tidak usah cari investor. Kita konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik dan UMKM kita," ujar Jokowi.
Dia menyesalkan jajarannya tidak melakukan strategi membeli barang buatan dalam negeri dan lebih memilih barang impor. Sebab, bila anggaran itu dipakai membeli barang dalam negeri maka bisa meningkatan pendapatan negara.
" Bodoh sekali kita tidak melakukan ini. Malah beli barang-barang impor. Mau kita teruskan? enggak-enggak bisa," kata dia.
Jika Indonesia terus membeli barang impor, kata Jokowi, artinya memberi lapangan pekerjaan buat negara lain. Namun bila anggaran pemerintah dibelanjakan untuk membeli barang dalam negeri, maka bisa membuka peluang kerja di tanah air.
" Bisa membuka dua juta lapangan pekerjaan, kalau ini tidak dilakukan sekali lagi bodoh banget kita ini," imbuh Jokowi. (Sumber: merdeka.com)
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series