Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Sikap Investor Terhadap Pasar Tahun 2018?
Dream – Tahun depan, jutawan masih lebih berhati-hati di pasar daripada tahun-tahun sebelumnya. Mereka berpikir pergerakan pasar akan meredup pada 2018.
Bahkan, sepertiga dari mereka mengatakan pasar akan lebih flat. Hasil ini berdasarkan CNBC Millionaire Survey.
Dilansir dari CNBC, Sabtu, 30 Desember 2017, 41 persen jutawan di Amerika Serikat mengatakan, pasar akan tumbuh 5-10 persen, tapi perkiraan ini merupakan yang paling bearish sejak CNBC memulai surveinya dari tahun 2014.
“ Mereka sangat pesimistis,” kata George Walper, President of Spectrem —firma pengelola aset kekayaan— yang bermitra dengan CNBC untuk membuat survei.
Walper mengatakan, para pengusaha berpikir akan lebih bagus jika pasar tumbuh datar. Walaupun memprediksi ada pertumbuhan pasar, mereka tidak yakin bisa terwujud.
Dia berkata sikap jutawan terhadap pasar saham sangat penting sejak 10 persen orang Amerika —khususnya para jutawan— menguasai 85 persen pasar.
Sebelumnya, sikap jutawan terhadap pasar dan ekonom sangat partisan. Tiga perempat jutawan dari Partai Demokrat mengatakan pasar akan sama atau melemah pada 2018.
Sebaliknya, dua pertiga jutawan dari Republik memprediksi ekonom akan menguat, bahkan tiga perempat jutawan dari Republik memperkirakan pasar tumbuh 5 persen.
Survei juga mencatat risiko terbesar yang dikhawatirkan jutawan adalah disfungsi pemerintah di Washintong, Amerika Serikat. Ada 44 persen jutawan mengatkan disfungsi pemerintah naik 31 persen pada musim semi.
Ini yang menjadi kekhawatiran jutawan dari Demokrat dan Republik. Kecemasan ini, kata Walper, disebabkan oleh regulasi dan kebijakan pemerintah yang didukung oleh satu pihak.
“ Saya pikir jutawan memiliki ketakutan yang sama dengan banyak orang. Ketika Anda memiliki kebijakan yang didukung oleh satu partai saja, itu bisa menjadi masalah di masa depan,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya