Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Palas Suparmaniam Turut Terdampak Lockdown Juga Diterapkan Pemerintah. (Foto:World Of Buzz)
Dream – Pandemi COVID-19 gelombang kedua memaksa banyak negara kembali memberlakukan lockdown. Langkah drastis untuk menekan penyebaran COVID-19 itu juga dilakukan Malaysia.
Dikutip dari World of Buzz, sektor usaha mikro kecil (UMK) menjadi sektor yang berdarah-darah dihantam pandemi COVID-19. Seorang pengusaha mikro, Palas Suparmaniam, menjadi salah satu korban pandemi COVID-19.
Ayah empat anak ini memiliki kios kecil yang menjual makanan, minuman, dan koran. Kebijakan lockdown membuat bisnisnya hancur berantakan. Palas pesimistis masih bisa mencari nafkah bagi keluarganya di tengah masa-masa sulit seperti ini.
“ Saya hanya menghasilkan 10 ringgit (Rp34.630) hari ini, sedangkan sewa kios 1.200 ringgit (Rp4,15 juta),” kata dia seperti yang dicuit oleh warganet Twitter @Elill_E.
Palas juga menyekolahkan anaknya di Singapura. Tapi, dia tak bisa terus membiayai sekolah sang anak. Dia juga punya anak perempuan yang membantunya mencari uang dengan memberikan les piano.
Tapi, itu tidak cukup membantu keuangan keluarga menjadi stabil.
Pria berusia 61 tahun ini sempat mengajukan bantuan sosial dari pemerintah. Sayangnya, pengajuannya ditolak. Kini, Palas hanya bisa menggantungkan bisnisnya dari jualan di kios.
Warganet pun menggalang dana untuk membantu Palas menghidupi keluarganya. Bantuan ini disalurkan ke rekening banknya.
Ternyata, banyak pihak yang membantu Palas. Namun, ini membuat akun banknya bermasalah. Penyebabnya bisa jadi karena banyaknya transaksi uang yang dia terima.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya