Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Merasa Suntuk Di Tempat Kerja Dan Ingin Keluar Dari Zona Nyaman? (Foto: Shutterstock)
Dream – Merasa jenuh dan tidak berkembang di tempat kerja yang tak sekarang? Ingin melakukan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya? Atau, ingin keluar dari zona nyaman, tapi masih ragu?
Dikutip dari Fimela, Sabtu 23 Maret 2019, keraguan muncul ketika ingin keluar dari zona nyaman memang hal yang lumrah. Ketika sudah mengambil keputusan, kita semua harus siap menanggung konsekuensi yang ada.
Kamu pun penting melakukan sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan untuk keluar dari zona nyaman.
Lantas kapan harus keluar dari zona nyaman?
Pertama, ada peluang yang lebih baik. Kesempatan dan peluang bisa dicari dan diciptakan sendiri. Ketika merasa ada peluang yang lebih baik daripada kondisi yang sekarang, itulah saat yang tepat untuk keluar dari zona nyaman.
Peluang ini bisa menjadi tantangan baru untuk dicoba dan ditaklukkan dari nol. Selama bisa memberikan kepuasan batin dan kebahagiaan yang diinginkan, peluang itu bisa diambil.
Ke dua, ada cara lain yang lebih baik untuk mencapai tujuan. Apabila di zona nyaman yang sekarang ada ini menghambatmu mencapai tujuan yang diinginkan, memilih cara lain yang sekiranya lebih baik untuk mencapai tujuan bisa jadi alternatif yang sempurna.
Contohnya, kamu bermimpi untuk membangun bisnis sendiri, tapi masih bekerja dengan orang lain. Inilah saatnya kamu mencoba untuk mengambil langkah pertama membangun bisnis yang bisa dilakukan.
Ke tiga, berani berkomitmen dengan pilihan yang dibuat. Kalau memilih resign, kamu perlu bertanggung jawab dengan risiko dan konsekuensi yang ada. Kalau berani berkomitmen dengan keluar dari zona nyaman, mantapkan hati dan yakinlah dengan jalan baru yang harus ditempuh.
Kamu bisa keluar dari zona nyaman kalau sudah mempertimbangkan tiga hal di atas. Kalau sudah membuat pertimbangan yang matang dan yakin dengan pilihan yang dibuat, kamu akan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam