Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kasus Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia Viral Di Media Sosial. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Belum lama ini, media sosial kembali dihebohkan dengan kabar kebocoran data ratusan juta penduduk Indonesia.
Akun Twitter @ndagels menyebut data ratusan juta penduduk di Indonesia ini dijual di sebuah forum online, Raidforums.com, pada 12 Mei 2021. Data tersebut berisi NIK, nama lengkap, e-mail, hingga alamat.
“ Satu juta data sample untuk free test. Keseluruhan ada 279 juta orang. Dua puluh juta di antaranya menggunakan foto,” tulis pengguna akun bernama Kotz di forum tersebut.
“ Hayoloh kenapa nggak rame ini data 279 juta penduduk Indonesia bocor dan dijual dan bahkan data orang yang udah meninggal. Kira-kira dari instansi mana?” tulis @ndagels.
Seorang warganet lainnya membagikan tangkap layar percakapan dengan Kotz. Diketahui data ini diperoleh dari situs BPJS Kesehatan.
Selain itu, penjual menjual data tersebut seharga 0,15 bitcoin. Jika dikonversi, per Kamis 20 Mei 2021, 0,15 bitcoin ini seharga Rp89,53 juta.
BPJS Kesehatan angkat bicara tentang kasus kebocoran data yang menyeret instansi pemerintah ini. Berdasarkan holding statement BPJS Kesehatan yang diterima Dream, menurut informasi yang beredar ada 279 juta data penduduk Indonesia yang bocor.
Sementara itu, jumlah anggota BPJS Kesehatan hingga Mei 2021 mencapai 222,4 juta jiwa.
“ Saat ini, kami sedang melakukan penelusuran lebih lanjut apakah data tersebut berasal dari BPJS Kesehatan,” tulis BPJS Kesehatan.
Instansi pemerintah ini juga membentuk tim khusus untuk melacak dan menemukan sumbernya.
BPJS Kesehatan juga menegaskan berkomitmen untuk memastikan keamanan data peserta. Pengamanan data dilakukan berlapis-lapis.
“ Dengan big data yang kompleks yang tersimpan di server kami, kami memiliki sistem pengamanan data yang ketat dan berlapis sebagai upaya menjamin kerahasiaan data tersebut, termasuk di dalamnya data peserta JKN-KIS,” tulis instansi ini.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan perlindungan data yang maksimal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya