Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Facebook, Mark Zuckerberg Kala Berkunjung Ke Indonesia. (Insert: Lokasi Penerbangan Insiden Charlie Hebdo)
Dream - Dunia mengutuk aksi penembakan membabi-buta di kantor majalah satir 'Charlie Hebd'o. Bukannya memicu ketakutan, aksi ini justru memancing solidaritas penduduk dunia. Banjir dukungan diberikan kepada 'Charlie Hebdo'.
Salah satu diantara pendukung itu adalah pendiri dan pemilik media sosial terbesar dunia, Facebook, Mark Zuckerberg.
" Dukungan saya bagi korban, keluarganya, orang-orang Perancis dan orang-orang di seluruh dunia yang memilih untuk berbagi pandangan dan ide-ide mereka, bahkan ketika itu membutuhkan keberanian," ujar alumnus Universitas Harvard ini dalam akun Facebooknya, seperti dikutip Dream, Jumat, 9 Januari 2015.
Zuckerberg mengaku dirinya pernah mengalami ancaman serupa dari pengguna akun sosial Facebook di Pakistan. Kala itu, Zuckerberg diancam bakal dibunuh karena kebijakan Facebook yang menolak melarang postingan mengenai Nabi Muhammad.
" Kami berdiri karena menganggap suara yang berbeda, bahkan terkadang menyerang, bisa membuat dunia semakin lebih baik dan membuat dunia makin menarik," ujar dia.
Meski kerap mendapat ancaman, Zuckerberg memastikan Facebook akan tetap menjadi tempat dimana penduduk di seluruh dunia bisa berbagi pandangan dan ide.
Namun Facebook memastikan akan tetap mengikuti peraturan yang berlaku di masing-masing negara.
" Kami tak pernah membuat negara atau sekelompok orang mendikte apa yang bisa orang sampaikan," ujarnya.
Dengan munculan aksi brutal di Paris, Zuckerberg dengan pengalamannya tersebut menegaskan kekerasan inilah yang harus ditolak semua kalangan.
Kekerasan dimana sekelompok orang beraliran keras berusaha menutup suara dan pendapat dari orang-orang di dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya