Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Insiden nahas AirAsia QZ8501 menjadi lembaran hitam dunia penerbangan di 2014. Sejak pertama kali mengangkasa, burung besi telah dirakit dengan teknologi tercanggih untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal. Namun nasib berkata lain.
Era penerbangan modern mulai muncul pasca Perang Dunia II, khususnya di Amerika Utara. Booming bisnis penerbangan pribadi dan komersial melahirkan ribuan pilot.
Sejak saat inilah, era industri penerbangan terus tumbuh subur. Badan pesawat semakin jumbo, ribuan bahkan miliaran orang sudah diterbangkan, dan makin banyak kargo telah diangkut.
Mengutip laporan Global Aviation Study 2014 yang dikeluarkan Allianz Global Corporate & Specialty (AGCS), Pesawat bermesin jet komersial pertama kali diperkenalkan De Havillan Cornet pada 1952. Perusahaan inilah yang menandai era baru industri penerbangan.
Sayang, dua tahun sejak kelahirannya, Cornet generasi pertama harus dikandangkan. Empat dari 21 pesawat yang dibuatnya hancur karena kesalahan desain.
Enam tahun berselang atau pada 1958, Boeing mulai memperkenalkan jajaran pesawat bermesin jet, Boeing 707. Pesawat inilah yang terus bertahan setelah 31 tahun.
Tercatat 1.010 unit pesawat Boeing 707 telah dibuat. Sepanjang lima tahun beroperasi, hanya ada lima kecelakaan fatal yang dialami generasi pesawat ini.
Bahkan sepanjang sejarahnya, Boeing 707 hanya mengalami 74 kecelakaan fatal. Rata-rata tingkat kematiannya pun hanya 1 dari 4,2 juta kedatangan.
Sejak booming pada 1960, dunia penerbangan disesaki oleh 3.000 armada dengan mayoritas menggunakan pesawat berteknologi piston. Jenis pesawat ini dibuat oleh DOuglas, Lockhead, Convair, dan Vicker. Industri penerbangan mengenalnya sebagai generasi pertama pesawat komersial dunia.
Dalam hal keselamatan, rata-rata tingkat kecelakaan pesawat komersial generasi pertama ini dalam 10 tahun pertama beroperasi sebanyak 27,2 kecelakaan dari 1 juta kedatangan.

Generasi kedua pesawat komersial mulai lahir pada 1960 dan akhir 1970an. Termasuk didalamnya adalah pesawat Boeing 727, British Aircraft Corporation 1-11, dan DC-9.
Generasi kedua ini mampu memperbaiki tingkat keselamatan pesawat dengan hanya mencatat rata-rata kecelakaan 2,8 kali dari 1 juta kedatangan.
Sokongan teknologi mesin turbo sebetulnya hampir sama dengan pesawat generasi pertama. Namun teknisi membuat berbagai penyempurnaan dari generasi pendahulunya tersebut.
Hingga saat ini, armada Boeing 727 telah mengangkut tak kurang dari 4 miliar penumpang di seluruh dunia dan hanya mencatat 100 kecelakaan fatal.
Di era 1992, industri penerbangan makin berkembang. Disinilah mulai dikenal istilah pesawat berbadan lebar generasi awal. Di era inilah kabin mulai menerapkan dua lorong dan tiga seat tepat duduk seperti terdapat di Lockhead L-1011, McDonnell Douglas DC-10, dan Boeing 747.
Pesawat-pesawat ini mencatat rata-rata kecelakaan sebanyak 5,3 dari 1 juta penerbangan. Sepanjang 1992 hingga 2001, terdapat 53 kecelakaan yang tercatat.
Generasi terbaru dari pembuatan pesawat jet komersial adalah Airbus 300, 310, 330, 340, Boeing 747-400, 747, 757, 767, 777, 787 dan McDonnell Douglas seri MD-80-90. Keluarga terbaru pesawat ini hanya mencetak rata-rata 1,5 kecelakaan dari 1 juta penerbangan.
Pertumbuhan armada pesawat jet dunia rata-rata meningkat 4,7 persen per tahun sejak 1971-2005 meski krisis ekonomi mendera.
Diperkirakan, industri akan akan tumbuh lebih dari 3,6 persen dalam sat dekade mendatang. Kini, pesawat jet komersial yang mengakasa berjumlah 24 ribu unit yang khusus beroperasi di kawasan ICAO. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya