Jumat, 9 Oktober 2026 Cari

Ditutup Menguat, Indeks Syariah Mulai Kurang Tenaga

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 8 Januari 2015 16:24
Ditutup Menguat, Indeks Syariah Mulai Kurang Tenaga
IHSG cuma naik tipis 4,710 poin (0,09%) ke level 5.211,82. Padahal IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.230,17.

Dream - Meski ditutup menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai kembali loyo. Kenaikan sesaat harga minyak mentah dunia serta keraguan pada tim ekonomi membuat pelaku pasar mulai pasang kuda-kuda.

Keenggan IHSG menguat tinggi juga dipengaruhi aksi jual pemodal asing yang kembali naik. Sore ini asing membukukan nett sell diatas Rp 100 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 8 Januari 2015, IHSG cuma naik tipis 4,710 poin (0,09%) ke level 5.211,82. Padahal IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.230,17.

Relatif tersebarnya gerak saham membuat kenaikan IHSG sedikit tertahan. Tercatat 162 saham bergerak menguat namun 143 lainnya menahan laju penguatan ke level yang lebh tinggi.

Di pertengahan pekan ini, sebanyak 80,44 miliar saham telah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 6,45 triliun.

Sepanjang perdagangan, IHSG memang bergerak cukup nyaman di zona hijau. Namun indeks tak cukup mendapatkan vitamin untuk menguat lebih tinggi. Posisi terendah IHSG kali ini dicapai di level 5.208,99, lebih tinggi dari penutupan kemarin di 5.207,38.

Kenaikan tipis IHSG membuat beberapa indeks sektor saham longsor ke zona merah. Emiten industri aneka dan manufaktur memimpin pelemahan dengan koreksi 0,89 persen dan 0,57 persen.

Pelemahan juga dialami indeks sektor saham barang konsumsi sebesar 0,53 persen dan industri dasar 0,34 persen.

Sebaliknya, investor tampaknya berharap dari kenaikan harga minyak mentah dunia bakal mendorong saham-saham dibidang pertanian. Terbukti indeks sektor pertanian menguat tertinggi hingga 1,48 persen, diikuti properti 1,13 persen.

Laju indeks saham acuan di zona hijau juga terjadi pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).

Disokong naiknya harga saham dari 95 emiten syariah, indeks ISSi akhirnya menutup sesi perdagangan dengan naik tipis 0,379 poin (0,23%) ke level 167,80.

Sayang, penguatan ini tertahan oleh koreksi harga saham yang dialami 93 emiten penghuni ISSI dan 54 lainnya melaju stagnan.

Tercatat 44,11 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar sepanjang perdagangan kali ini. Pemodal memainkan dana transaksi jual beli saham syariah hingga Rp 4,63 triliun.

ISSI mencetak level terendah di 167,42 dan tertinggi 168,31.

Kenaikan tipis juga dialami indeks saham bluechip syariah JII. Persaingan ketat kenaikan harga saham 14 emiten dan 12 lainnya yang melemah membuat JII hanya menutup perdagangan dengan menguat 0,632 poin (0,09%) ke level 688,13.

JII yang mencetak level tertinggi di 691,43, terbantu oleh aksi jual beli 9,54 saham emiten unggulan syariah. Transaksi ini melibatkan dana hingga Rp 2,42 triliun.

Dari kawasan regional, hanya indeks Shanghai Composite yang bergeral melemah 2,39 persen. Sisanya, masih bisa bertahan di zona hijau diantarang Nikkei yang menguat 1,67 persen dan Hang Seng 0,65 persen.

Kabar gembira justru muncul dari nilai tukar rupiah. Meski masih bertengger di level 12.700, rupiah sore ini menguat tipis 22 poin (0,17%) menjadi Rp 12.703 per dolar AS.

Beri Komentar