Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tabungan Indonesia sampai akhir tahun lalu terus bertambah. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Cadangan Cevisa (Cadev) akhir Desember 2014 sebesar US$ 111,9 miliar (sekitar Rp 1.421,69 triliun), naik sekitar US$ 800 juta dari bulan sebelumnya sebesar US$ 111,1 miliar.
Dibandingkan akhir 2013, posisi tabungan Indonesia ini bertambah US$ 12,5 miliar. Dua tahun lalu, Indonesia memiliki Cadev akhir tahun sebesar US$ 99,4 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, menjelaskan, peningkatan Cedev tersebut terutama dipengaruhi penerimaan devisa hasil ekspor Migas dan penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah.
Penerimaan pemerintah lainnya dalam valuta asing juga tercatat melebihi pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah.
BI mencatat simpanan valuta asing dan swap bank-bank dengan BI jelang akhir tahun 2014 ikut menambang pundi tabungan Indonesia.
Dengan tabungan yang dimiliki ini, BI melaporkan Indonesia sanggup membiayai 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi ini sekaligus berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
" BI menilai level cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Tirta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya