Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kelompok 44 KKN Universitas Muhammadiyah Malang Membantu Pengusaha Tempe Desa Pringgondani Untuk Berkembang. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Bagi pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kendala terbesar dalam menjalankan bisnis datang dari urusan pemasaran. Biasanya para pebisnis kecil ini sudah menguasai perencanaan dan inovasi namun terbentur masalah saat harus menjualnya.
Kendala ini juga ditemukan para pengusaha tempe di Desa Pringgondani, Bantur, Malang, Jawa Timur. Mereka adalah para pengusaha tempe yang kesulitan memasarkan produk olahan dari kacang kedelai itu.
Harapan datang saat mahasiswa peserta Kelompok Kerja Nyata (KKN) 44 dari Universitas Muhammadiyah Malang datang. Para mahasiswa yang menjalani masa pengabdian di masyarakat itu mencoba membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami para pengusaha tempe di desa tersebut.
Selama ini para pengusaha tempe di Pringgondani hanya bisa menjual tempe di pasar yang jaraknya 12 kilometer dari desa. Mereka mengaku kesulitan saat harus bersaing dengan produk serupa yang membanjiri pasaran.

“ Jika pemasaran sulit dilakukan, usaha juga susah berkembang,” kata Ketua Divisi Kewirausahaan Kelompok 44 KKN UMM, M. Arif Rahman, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 30 Juli 2019.
Dari pengamatan Arif dan rekan-rekan KKN, Desa Pringgondani memiliki lima hingga sepuluh pengusaha tempe. Sebagian dari mereka tak hanya berjualan tempe, tetapi juga kecambah.
Setiap hari para pengusaha kecil itu memproduksi 50 Kilogram tempe untuk dibawa ke pasar. Mereka juga memasarkan tempenya kepada masyarakat sekitar.
“ Kelompok 44 KKN UMM berinisiatif melakukan suatu sosialisasi bagaimana cara untuk melakukan pemasaran secara efektif agar suatu usaha yang dilakukan dapat berbuah hasil yang diinginkan,” kata dia.

Arif dan kawan-kawannya melakukan sosialisasi pemasaran kepada para pengusaha tempe di Desa Pringgondani pada Sabtu 27 Juli 2019. Acara ini dihadiri oleh 15 peserta dari usaha tempe dari Dusun Sumber Waluh, Sengon, Krajan, dan Sumber Bendo.
“ Kami memaparkan beberapa materi tentang manajemen usaha, mulai dari perencanaan hingga pemasaran produk,” kata dia.
Arif mengatakan, kelompoknya tak hanya mengajarkan manajemen usaha, tetapi juga membuat inovasi produk berupa pembuatan keripik tempe sagu.
“ Mayoritas usaha yang ada di Desa Pringgondani ini adalah pembuatan tempe. Agar produknya jadi variatif, kami membuat pelatihan keripik tempe sagu,” kata dia.
Penanggung Jawa Kepala Desa Pringgondan9i, Edi Suwono, mengatakan, warganya antusias mengikut usaha tempe. Mereka juga minta diajari cara memasarkan produk dan membuat keripik tempe dengan rasa yang bervariasi.

Edi mengharapkan acara ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lapangan usaha dan perekonomian desa.
“ Selain itu, kami juga berharap akan ada produk khas dari Desa Pringgondani yang dikenal masyarakat luas dan menjadi ciri khas Desa Pringgondani,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam