Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Indonesia Memiliki Tiga Program Untuk Mengembangkan Ekonomi Pesantren. (Foto: Bank Indonesia)
Dream – Bank Indonesia (BI) bakal fokus mengembangkan ekonomi pesantren. Sebagai bagian dari pilar tiga strategi utama Blueprint Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Nasional, peran pesantren diharapkan bisa menjadi basis arus ekonomi Indonesia.
Untuk diketahui pilar pertama dari tiga strategi utama Blueprint Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Nasional adalah pemberdayaan ekonomi syariah melalui pengembangan ekosistem rantai nilai halal (halal value chain).
Gubernur BI Perry Warjiyo dikutip dari laman bi.go.id, Rabu 12 Desember 2018 mengatakan tiga program telah disediakan untuk mendukung pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
Ketiga program tersebut adlaah pengembangan berbagai unit usaha potensial yang memanfaatkan kerja sama antar pesantren, mendorong terjalinnya kerjasama bisnis antar pesantren melalui penyediaan virtual market produk usaha pesantren sekaligus business matching.
“ Ketiga, pengembangan holding pesantren dan penyusunan standarisasi laporan keuangan untuk pesantren dengan nama SANTRI (Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia) yang dapat digunakan oleh setiap unit usaha pesantren,” kata Perry dalam “ High Level Discussion: Fastabiqul Khairat melalui Pesantren sebagai Salah Satu Rantai Nilai Halal” di acara Indonesia Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018, Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Perry, ekosistem dari pilar pertama blueprint adalah mengembangkan sektor usaha syariah melalui pemberdayaan pelaku usaha baik besar, UMKM, serta lembaga pesantren. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan aspek kelembagaan dan infrastruktur pendukungnya seperti pemberdayaan usaha pesantren dan pengembangan sektor usaha potensial seperti makanan, fashion dan pariwisata, serta virtual market.
Perry mengatakan Indonesia memiliki lembaga pesantren yang merupakan keunikan dan keunggulan yang tak dimiliki negara lain dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Selain di dunia pendidikan, lembaga ini punya potensi untuk dimanfaatkan dalam mencapai kemandirian ekonomi.
“ Program kemandirian pesantren yang ditempuh didasari oleh kekuatan pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia,” kata dia.
Dari pengamatan BI, kekuatan pesantren adalah SDM yang memiliki jumlah dan ikatan komunitas yang kuat. Dengan begitu, lembaga ini punya potensinya sebagai sumber permintaan dan produksi dalam berbagai kegiatan ekonomi.
Ada juga daya juang pesantren yang tinggi, berpotensi besar kalau dikombinasikan dengan kemampuan kewirausahaan serta konsep pemberdayaan ekonomi pesantren sebagai bagian dari ibadah.
“ Dengan kekuatan tersebut, kunci kemandirian pesantren adalah pada pendirian unit usaha dan komunikasi bisnis antar pesantren untuk pemenuhan kebutuhan dan pembinaan khususnya dari pesantren yang maju kepada yang sedang berkembang, sebagaimana terwujud dalam program kemandirian yang dijalankan,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya