Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Ramai-ramai Rontok Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelaku pasar modal Indonesia tak punya bekal untuk terjun ke lantai bursa. Minimnya sentimen serta laju kurs rupiah yang kembali merosot membuat investor menjauh sementara dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah investor tersebut membuat Indeks syariah " bermuram" durja di penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 11 Desember 2018. Pelemahan indeks syariah ini mengikuti kurs rupiah yang merosot hingga Rp14.600.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengalami koreksi 1,351 poin (0,75%) ke level 179,324. ISSI membuka perdagnagan dengan melemah ke level 180,564 dan hanya sekian detik bertahan di zona positif.
ISSI berada di level tertingginya di 180,858 sebelum menghabiskan sisa waktu perdagangan dengan bergerak melemah di teritori negatif.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terpangkas lebih dalam dengan melemah 8,142 poin (1,2%) ke level 666,308. Sementara Indeks JII70 terpeleset 2,243 poin (1%) ke level 222,049.
Tekanan jual juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor dari level 6.100. Melemah 34,773 poin (0,57%), IHSG menutup perdagangan di level 6.076,587.
Tercatat 45,76 miliar lembar saham syariah diperjualbelikan di bursa saham syariah dengan nilai transaksi naik menjadi Rp3,35 triliun.
Investor lebih suka menjual saham-saham di bidang industri dasar, manufaktur, dan infrastruktur. Alhasil, indeks ketiganya melorot masing-masing 2,76 persen, 1,14 persen, dan 1,13 persen.
Penguatan indeks pertanian sebesar 0,57 persen, pertambangan 0,56 persen, dan industri aneka 0,3 persen tak cukup kuat menahan laju perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MERK yang harga sahamnya meroket Rp1.250, LPPF Rp325, ITMG Rp300, AKRA Rp290, dan PTBA Rp260.
Sebaliknya, INTP yang harga sahamnya melemah Rp1.075, CPIN Rp700, UNTR Rp675, SILO Rp350, dan SMGR Rp350.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Kursnya balik lagi ke level Rp14.600. Pada pukul 16.19, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 60 poin (0,41%) ke level Rp14.613.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat dollar AS kembali mengamuk. Hari ini dollar AS rata-rata diperdagangkan di sejumlah bank nasional di level Rp14.613.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya