Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Saat Peluncuran SBMPTNP Di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (Foto: Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif)
Dream –Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan bisa mencetak lebih banyak lulusan perguruan tinggi vokasi pariwisata setiap tahunnya. Kehadiran mereka diharapkan bisa menunjang keberlangsungan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Selasa 2 Februari 2021, kementerian tidak hanya ingin lulusannya menjadi SDM pariwisata yang unggul, tetapi juga siap untuk menjadi wirausahawan muda, pemimpin mandiri. Mereka diharapkan bisa menjadi pegiat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat membuka lapangan kerja.
" Prioritas Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan adalah pengembangan SDM, maka pendidikan vokasi menempati posisi yang strategis. Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata bertugas mempersiapkan SDM Pariwisata yang unggul untuk mendukung keberlangsungan industri pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat " Launching Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBMPTNP), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Hingga 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi nomor 4 atau 5 terbesar di dunia. Dengan status tersebut, sudah selayaknya enam perguruan tinggi pariwisata untuk memiliki keunggulan-keunggulan kelas dunia.
Merujuk pada Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020–2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja pariwisata dari 10 juta tenaga kerja di tahun 2020 menjadi 12 juta tenaga kerja di tahun 2024.
Jumlah SDM berkualitas tersebut ditambah tenaga kerja ekonomi kreatif dari 17,25 juta tenaga kerja di tahun 2020 menjadi 19,9 juta tenaga kerja di tahun 2024.
Dalam upaya pengembangan SDM yang unggul dan berdaya saing, Kemenparekraf akan mewujudkannya melalui tiga strategi yang tertuang dalam Renstra tahun 2020–2024.
Pertama, optimasi kelembagaan maupun kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Kedua, meningkatkan sertifikasi kompetensi SDM pariwisata dan ekonomi kreatif, dan yang ketiga melakukan penguatan komunitas dan kelembagaan pariwisata dan ekonomi kreatif.
" Poltekpar kita ke depan harus dapat berkolaborasi dengan institusi pendidikan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga perusahaan terbaik dunia,” kata Sandiaga.
Terutama, kata dia, perusahaan berbasis digital yang terkoneksi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif. “ Termasuk kerja sama dengan desa-desa wisata, karena kita ingin membuka peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat,” kata dia.
SBMPTNP adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Pariwisata Negeri yang berada di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yaitu pendaftaran dan seleksi yang dilakukan secara bersama dan terintegrasi antara Politeknik Pariwisata Bandung, Poltekpar Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, dan Poltekpar Lombok.
Wakil Ketua SBMPTNP yang juga Ketua STP NHI Bandung, Faisal, menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan hanya satu kali secara bersama dan online yang dimulai pada 1 Februari—27 Mei 2021.
Jumlah target penerimaan sebanyak 3.145 mahasiswa baru yang terdiri dari Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung sebanyak 650, Politeknik pariwisata Bali sebanyak 660, Politeknik Pariwisata Medan sebanyak 560, Politeknik pariwisata Makassar sebanyak 650, Politeknik pariwisata Palembang sebanyak 300, dan Politeknik Pariwisata Lombok sebanyak 325.
Jurusan yang dibuka adalah perhotelan kepariwisataan dan perjalanan yang terdiri dari 47 program studi D-3, D-4, dan pascasarjana.
Melihat data dua tahun terakhir, minat anak muda Indonesia untuk bersekolah di Perguruan Tinggi Pariwisata di bawah Kemenparekraf/Baparekraf melalui jalur Penerimaan Bersama makin meningkat. Tercatat dari tahun 2019 peminat sebanyak 10.119 orang, meningkat menjadi 11.794 peminat di tahun 2020.
“ Tidak dapat dipungkiri pelaksanaan SBMPTN pada tahun ini memiliki tantangan yang berbeda dikarenakan pandemi COVID-19 yang menyebabkan panitia harus memikirkan cara yang efektif dan sesuai dengan kondisi terkini,” kata dia.
Setelah pendaftaran, proses seleksi mahasiswa baru direncanakan akan dilakukan secara offline pada 3 Juni hingga 13 Juli 2021 dengan dua tahap pelaksanaan. Tahap pertama ujian bahasa Inggris dan ujian psikotes, serta tahap kedua ujian wawancara dan tes kesehatan mandiri.
" Pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang kepariwisataan harus terencana baik input maupun dari segi proses. Untuk menghasilkan input yang baik maka harus dilakukan proses sesuai dan tahapan dalam menentukan calon-calon yang akan dididik menjadi sumber daya manusia yang unggul di bidang kepariwisataan," kata Faisal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya