Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tas Kresek. (Foto: Observer)
Dream – Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (pur) Muhammad Basri Sidehabi, menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pemasaran produk tas plastik ubi dari Indonesia.
Dengan adanya penandatanganan ini, tas plastik dari bahan ramah lingkungan ini akan dipasarkan di Qatar.
Dikutip dari Merdeka.com, Senin 6 Agustus 2018, penandatangan ini dilakukan antara Sain Bags dengan Aal Imran WLL untuk pemasaran tas pengganti kresek dari ubi yang diproduksi dan menggunakan teknologi Indonesia.
Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, mengatakan Sain Bags merupakan joint venture antara PT Saesha Global Trading (Indonesia) dengan Enchanted Garden (Oman). Dalam MoU tersebut, Aal Imran memasarkan produk Sein Bags, berupa tas pengganti plastik yang terbuat dari ubi yang diproduksi dan menggunakan teknologi Indonesia.
Basri menegaskan akan selalu mendukung pihak manapun yang ingin meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan asing. Ditekankan pentingnya mempromosikan dan membawa produk Indonesia ke Qatar untuk meningkatkan kerja sama kedua negara.
Chairman Sain Bags, Husain Baomar, mengatakan Aal Imran Trading, akan menjadi distributor eksklusif Sain Bags di Qatar. Selain itu, produk tersebut juga dipasarkan di negara-negara Teluk lainnya.
“ Tas ini 100 persen produk organik Indonesia yang terbuat dari tanaman singkong,” kata dia.
© Dream
Baomar mengatakan tas plastik organik ini tidak membahayakan lingkungan, bahkan hewan pun bisa memakannya dan dalam 180 hari tas itu bisa musnah.
Perwakilan Aal Imran Trading, Mohammed Maher Dauleh, mengatakan menyelamatkan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dia mengatakan produk tas ini bisa mengurangi konsumsi plastik di Qatar yang berdampak buruk terhadap lingkungan.
“ Jumlah tas plastik digunakan di Qatar. Salah satu swalayan terkemuka di Qatar dan mengonsumsi sekitar lima juta kantong plastik per tahun. Jumlah tersebut sangat besar,” kata Managing Partner Sain Bags, S. Shafiuddin.
Direktur Sain Bags, Shardha Rungta, mengatakan pabriknya juga memproduksi beragam produk, termasuk kebutuhan rumah sakit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya