Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Di Kantor, Rasa Marah Sering Terjadi.
Dream – Emosi negatif di tempat kerja, seperti sedih, cemas, atau marah memang sering terjadi. Terutama marah, emosi ini kerap dianggap sebagai hal yang buruk.
Daripada menyembunyikan perasaan itu dan berpura-pura baik-baik saja, ada baiknya kamu belajar mengendalikan diri.
Dilansir dari Liputan6, Senin 6 Agustus 2018, Profesor Deanna Geddes dari Fox School of Business Temple University, merekomendasikan setiap pegawai untuk tidak mengacuhkan perasaan marah di tempat kerja.
“ Rasa marah sebenarnya emosi yang sehat. Tanda ada sesuatu yang mengecewakan,” kata Geddes.
Dia mengatakan amarah bisa membuat seseorang untuk mengenali faktor apa saja yang membuatnya kecewa. Perasaan ini juga bisa mendorog pekerja untuk mengubah situasi di kantor menjadi lebih baik.
Meskipun ada sisi positifnya, kamu tetap harus bisa mengendalikan perasaan itu. Berikut ini adalah empat caranya.
© Dream
Pernah merasa emosi di kantor? Jika suasana kantor membuatmu emosi, segeralah tinggalkan tempat tersebut untuk sejenak. Tenangkanlah diri untuk sejenak.
Kamu bisa jujur mengatakan hal jujur kepada rekan kerja bahwa kamu sedang marah dan memerlukan waktu untuk menenangkan diri. Ingatkan rekan kerja untuk tetap membicarakan hal terrsebut setelah kamu tenang.
© Dream
Ketika merasa marah, segeralah ganggu perasaan itu. Caranya, kamu bisa menonton film lucu, olahraga, meditasi, sampai berdoa. Kalau waktumu tak banyak, cobalah berlatih untuk bernapas. Tujuannya agar kamu bisa melepas rasa marah.
© Dream
Dua kata ini kerap dianggap bisa meningkatkan rasa marah dan cara berpikir yang berlebihan. Daripada dua kata itu, lebih baik kamu bilang kepada diri sendiri bahwa sedang marah.
© Dream
Tak jarang kamu marah dengan rekan kerja, bahkan saat dia tak sadar. Cobalah sadar terlebih dahulu bahwa dia tak sedang mencoba menyakitimu.
Bicaralah langsung kepadanya tentang perasaanmu dan penyebabnya. Meskipun terdengar aneh, tapi tak ada salahnya bersikap terbuka kepada perasaan sendiri.
(Sumber: Liputan6.com/Siska Amelie F. Deil)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya