Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Wanita Ini Mengolah Eceng Gondok Menjadi Tas Anyaman Yang Cantik. (Foto: Ieko_ratueceng)
Dream – Ada tas anyaman yang lagi hits dan banyak yang menyebutnya `Tas Raisa`. Kalau ingin membelinya, kamu tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk membeli tas anyaman.
Di Tangerang, Banten, ada juga tas anyaman cantik — tas anyaman ini terbuat dari eceng gondok.
Penjual tas anyaman ini bernama Ieko Damayanti. Dia memanfaatkan tanaman eceng gondok untuk dijadikan sesuatu yang bernilai jual.
Di tangan Ieko, tanaman yang dianggap hama ini bisa disulap menjadi sumber uang.
" Di wilayah tempat tinggal saya di Tangerang, masih banyak terdapat tanaman eceng gondok yang belum termanfaatkan," kata wanita berjuluk Ratu Eceng Gondok dalam acara Green Festival Spirit of Millenials ditulis di Jakarta, Jumat 31 Januari 2019.
Ieko mengatakan Dinas Perindustrian dan Dagang Tangerang mengajak kaum ibu di sana untuk mengolah eceng gondok. Lalu, pada 2007, kelompok ibu ini diajak ke Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan eceng gondok.
" Sepulangnya dari Yogyakarta, saya dan teman-teman langsung memanfaatkan eceng gondok dan dikreasikan menjadi tas anyaman," kata dia.
Ieko mengatakan proses penganyaman memerlukan waktu 2-3 jam. Bahan bakunya berbeda dengan rotan. Rotan cenderung lebih kaku, sedangkan eceng gondok lebih elastik. Harga tanaman ini juga lebih murah.
Perawatannya cukup mudah. Ieko mengatakan tas hanya perlu dijemur di bawah sinar matahari seminggu sekali. Kalau dirawat cukup baik, tas itu bisa bertahan selama sepuluh tahun. Lama juga, ya?
Harga tas Ieko bervariasi, tergantung dari ukuran. Untuk pouch, harganya berkisar Rp50 ribu—Rp100 ribu. Untuk tas, harganya dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Ieko juga memanfaatkan media sosial untuk penjualan tas eceng gondok. Kalau berminat membelinya, kamu bisa mengecek tas-tas cantik dari eceng gondok di akun Instagram @ieko_ratueceng.
(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?