Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Transaksi Non Tunai (shutterstock.com)
Dream - Pemerintah telah mencanangkan program transaksi non tunai (cashless) di berbagai sektor industri. Bidang hiburan menjadi yang unggul dalam hal ini.
Anvid Erdian, VP Business Development LOKET mengatakan, peningkatan ini tak lepas dari peran generasi milenial dengan kemajuan teknologi.
" Generasi milenial lebih mudah beradaptasi dengan inovasi di industri hiburan. Hal ini mendorong pola pembelian tiket online dan pembayaran cashless semakin populer ke depan," tuturnya di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.
Menurut Avid, karakteristik milenial yang menyukai nilai praktis dan efisien terpenuhi dengan transaksi yang dilakukan melalui ponsel. Penduduk berusia 20-35 tahun yang jumlahnya mencapai 63 juta menjadi konsumen terbesar di industri hiburan.
" Jumlah tersebut merupakan pasar terbesar bagi industri hiburan sampai beberapa tahun ke depan," kata Avid.
Sementara Ario Adimas, VP Marketing LOKET mengatakan laju pertumbuhan untuk setiap kategori hiburan terbukti positif.
" Tren ini sudah mulai terlihat di tahun lalu, di mana penjualan tiket di LOKET melonjak hingga lebih dari 10 juta tiket secara keseluruhan," tutur Dimas.
Penjualan tiket kategori konser dan festival musik meningkat 500 persen, penjualan tiket kategori MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) meningkat 200 persen. Ditambah kategori olahraga yang meningkat 225 persen dan atraksi hiburan sebanyak 250 persen.
© Dream
Industri hiburan di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Tren ini tidak lepas dari kemajuan teknologi dan gaya hidup generasi milenial.
Ario Adimas, VP Marketing LOKET menuturkan, generasi usia 20-35 tahun yang jumlahnya mencapai 63 juta menjadi konsumen terbanyak dari industri hiburan.
" Milenial sekarang berbeda karakternya dengan orang zaman dulu. Mereka punya cara sendiri untuk menikmati apa yang mereka lakukan dan tidak ragu mengeluarkan uang ke hal-hal yang berbau hiburan," paparnya di Jakarta, Kamis 31 Desember 2019.

Berdasarkan data 2018, penjualan tiket konser musik naik 500 persen, disusul tiket olahraga 225 persen dan atraksi hiburan sebanyak 250 persen. Tak ketinggalan dengan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE ) yang naik 200 persen.
" Musik selalu jadi primadoma. Sampai tahun ini masih membawa revenue tertinggi. Artis lokal dan internasional lagi cinta-cintanya sama Indonesia. Ini menandakan bahwa musik pasti selalu jadi sorotan," ujar Dimas.
Di tahun ini, contohnya. Ed Sheeran dan John Mayer dipastikan manggung di Indonesia pada pertengahan 2019. Ditambah lagi dengan ajang musik tahunan seperti Djakarta Warehouse Festival (DWP) dan We The Fest.
Yang menarik, event besar bukanlah sumber utama pemasukan industri hiburan. Kesuksesan ini juga berasal dari event berskala kecil dan menengah. Hingga saat ini, sebanyak 5.000 event kecil terselenggara di bawah naungan LOKET.
" Bukan event raksasa, tapi justru event small dan medium. Banyak orang bikin kelas workshop keci-kecilan tapi peminatnya banyak. Bahkan sampai ada yang bikin agenda arisan lewat LOKET," katanya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
