Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Menteri Sudi Pudjiastuti Kala Menghadiri Acara Di Istana Presiden (Foto: Setkab)
Dream - Susi Pudjiastuti, menteri kelautan dan perikanan mengaku sempat dimarahi rekannya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. Susi disindir karena pajak perikanan dianggap masih kecil.
" Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) marah kepada saya, kok pajak perikanan masih kecil?" kata Sri Mulyani ditirukan Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.
Menurut Susi, Menkeu marah karena selama ini tak pernah memperoleh data mengenai hasil penangkapan ikan yang dibuat pengusaha.
" Ya kan Ibu Menkeu ngambek sama saya," ujarnya.
Susi mengungkapkan selama ini banyak pengusaha masih melaporkan hasil penangkapan ikan laut lebih kecil dari perolehannya di lapangan. Padahal, pemerintah selama ini telah bekerja optimal menjaga kedaultan perairan Indonesia dan melarang kapal asing melaut di dalam negeri.
" KKP butuh laporan yang benar sehingga ini bisa mencerminkan hasil kerjanya Indonesia terkait pengelolaan tangkap yang benar," katanya.
Meski tak mempunya kapal ikan, Susi yang mengaku hidup dan besar di daerah dekat laut, sedikit banyak mengerti tentang penangkapan ikan.
" Jadi tolonglah buaya jangan dikadalin," jelasnya.
Dari data KKP, stok ikan per tahun 2016 sudah mencapai 12,5 juta ton. Aktivitas ekspor juga meningkat karena hasil tangkapan yang membaik. Pemerintah juga sudah mendukung upaya menjaga kedaulatan dengan turunnya Perpres 44 tahun 2016.
" Presiden berdaulat menjaga laut Indonesia untuk modal dalam negeri, pengusaha dalam negeri, kapal dalam negeri, dan ABK dalam negeri. Kurang apa pemerintah?" tandasnya.
Laporan yang lebih rendah dari realisasi, lanjut Susi menyebabkan kesehjateraan nelayan belum tersebar merata.(Sah, Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa