Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhmadulillah, Indeks Syariah Berbalik Menguat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Di tengah minimnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri, Indeks syariah berbalik menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 30 Januari 2019. Ketiga indeks acuan saham syariah ini kompak menguat meskipun rupiah sedikit lesu.
Investor relatif tak mendengar angin positif pada perdagangan pertengahan pekan ini. Sebaliknya, sentimen global berupa perang dagang Amerika Serikat-China dan putusan The Fed soal suku bunga semakin mencemaskan pelaku pasar.
Papan perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merangkak 0,417 poin (0,22%) ke level 191,944. ISSI perkasa seharian setelah dibuka menguat di level 191,623. Indeks ini menembus level tertingginya di 192,137.
Laju positif juga dicetak indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menanjak 2,628 poin (0,37%) ke level 718,747.
Satu indeks acuan saham syariah lainnya, Indeks JII70, juga tumbuh 0,502 poin (0,21%) ke level 240,457.
Adanya aksi beli hari ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut bergerak naik. IHSG terangkat 27,709 poin (0,43%) ke level 6.464,189.
Saham infrastruktur dan barang konsumsi menjadi motor penggerak perdagangan bursa. Kedua indeks ini terangkat 1,38 persen dan 1,25 persen, Kenaikan indeks ini diikuti oleh sektor pertambangan yang juga naik 0,85 persen dan keuangan 0,48 persen.
Sebaliknya, indeks properti terkoreksi 0,86 persen, industri dasar 0,74 persen, pertanian 0,46 persen, perdagangan 0,46 persen, dan industri aneka 0,14 persen.
Investor tertarik membeli saham UNVR, DSSA, INCO, JPFA, dan UNTR. Kelima top gainer saham syariah ini masing-masing menguat Rp1.475, Rp200, Rp180, Rp150, dan Rp150.
Daftar saham syariah yang lagi kurang beruntung dan menghuni top losser kali ini adalah INTP yang turun Rp875, BYAN Rp500, sMGR Rp450, CPIN Rp325, dan LPPF Rp200.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun tipis. Pada pukul 16.04, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp14.100.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya