Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Tak Ada Salahnya Mengambil Posisi Karyawan Magang Setelah Lulus Kuliah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Menjelang semester akhir, setiap universitas biasanya punya program magang yang wajib diikuti mahasiswa sebagai syarat kelulusan.
Setelah lulus kuliah selama empat tahun di kampus, kamu akan dibayangi pertanyaan dari teman-teman, terutama keluarga.
Pertanyaan itu adalah apakah sudah kerja atau belum.
Banyak yang memilih untuk mencari pekerjaan dengan karyawan tetap. Nyatanya sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi yang sesuai dengan keinginan atau kemampuan.
Berbagai macam lowongan tersedia di situs lowongan pekerjaan, terutama posisi untuk magang. Tapi, lowongan untuk magang jadi pilihan kesekian, malah tidak dilirik. Lulusan baru merasa pernah magang sebelumnya atau tidak sesuai dengan gaji yang ditawarkan.
Lalu, saat memasukkan lamaran ke perusahaan, yang dibutuhkan adalah yang berpengalaman. Hm, harus bagaimana, nih?
Dikutip dari Jobstreet, Jumat 19 Juni 2020, tak ada salahnya fresh graduate memilih pekerjaan magang. Tak perlu dipikirkan teman-teman yang sudah menjadi karyawan tetap.
Kamu cukup fokus dengan diri masing-masing untuk memperoleh pengalaman kerja.
Ada tiga hal alasan magang setelah lulus itu bermanfaat bagi kamu. Pertama, menambah pengalaman kerja. Magang penuh waktu tentu berbeda dengan magang saat kuliah. Kamu akan mendapatkan pengalaman lebih karena tanggung jawab yang diberikan akan lebih besar.
Selain itu, kamu akan mengetahui bagaimana sistem kerja dan budaya perusahaan. Ketika tiba saatnya menjadi karyawan tetap di suatu perusahaan, kamu tidak kaget ketika bekerja di hari pertama.
Kedua, mempengaruhi portofolio. Jika perusahaan yang menyediakan lowongan magang bergerak di industri kreatif, kamu akan mempunyai portfolio hasil kerja kamu untuk dilampirkan bersama dengan CV.
Selain skill dan pengalaman, portfolio juga menjadi bahan pertimbangan HR dalam merekrut kandidat baru.
Ketiga, meraba-raba profesi yang cocok. Dengan magang di beberapa posisi dan perusahaan berbeda, kita mempunyai gambaran suatu pekerjaan dan dapat mempertimbangkan profesi mana yang benar-benar cocok. Ke depannya, kamu tidak asal-asal melamar pekerjaan jika periode magang sudah selesai.
Keempat, kesempatan jadi karyawan tetap. Kesempatan untuk magang jangan disia-siakan dan disepelekan.
Kamu akan mempunyai kemungkinan untuk menjadi karyawan tetap jika ide-ide dan kinerjamu membawa dampak yang signifikan terhadap perusahaan.
Faktor lainnya, jika kamu sudah beradaptasi dengan suasana dan tekanan di tempat magang, perusahaan tidak mau repot-repot untuk mencari kandidat baru untuk di-training lagi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan