Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Sukuk Global Yang Dirilis Pemerintah Indonesia, Kebanjiran Peminat. (Foto: Shutterstock)
Dream – Surat utang syariah (Sukuk) global Indonesia mendapat respons positif dari investor lokal dan internasional. Terbukti Sukuk Global yang ditarget meraih dana sebesar US$2,5 miliar mendapat penawaran sampai US$16,67 miliar.
Total penawaran dari investor lokal dan global tersebut setara dengan 6,7 kali lipat dari target pemerintah yang mencapai US$2,5 miliar.
Dikutip dari laman djppr.kemenkeu.go.id, Kamis 18 Juni 2020, penerbitan sukuk syariah tersebut diterbitkan dalam tiga tenor masing-masing senilai US$750 juta (Rp10,59 triliun) dengan tenor 5 tahun, US$1 miliar (Rp14,09 triliun) tenor 10 tahun, dan US$750 juta (Rp10,59 triliun) tenor 30 tahun.
Sukuk bertenor 30 tahun inilah yang pertama kali dirilis pemerintah. Sukuk global ini menawarkan imbal hasil 2,3 persen untuk tenor 5 tahun, 2,8 persen untuk 10 tahun, dan 3,8 persen untuk 30 tahun.
Sekadar informasi, sukuk global ini menggunakan akad wakalah dan diterbitkan elalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III. Penerbitan instrumen keuangan syariah itu akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Nasdaq Dubai dan akan dilakukan settlement pada 23 Juni 2020.
Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.
Penerbitan sukuk ini bertujun untuk mengakomodasi kebutuhan APBN dalam penanganan pandemic Covid-19 dan memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di Asia.
Sukuk berakad wakalah telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Syariah Nasional dan International Islamic Scholars. Underlying asset yang digunakan berupa Barang Milik Negara (BMN) termasuk tanah dan bangunan serta proyek pemerintah tahun 2020.
Transaksi ini mendapatkan permintaan yang luar biasa dari investor global yang qualified dan beragam. Distribusi investor untuk tenor 5 tahun sebesar 32 persen investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 5 persen investor Indonesia, 40 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 12 persen investor Amerika Serikat dan 11 persen investor Eropa.
Tenor 10 tahun didistribusikan sebesar 31 persen investor syariah, 5 persen investor Indonesia, 34 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 18 persen investor Amerika Serikat dan 12 persen investor Eropa. Sedangkan untuk tenor 30 tahun didistribusikan sebesar 10% untuk investor syariah, 5% investor Indonesia, 44 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 8 persen investor Amerika Serikat dan 33 persen investor Eropa.
BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunners. BNP Paribas dan HSBC bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor. PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
