Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Istri Yang Cerdas Mengelola Keuangan Akan Semakin Disayang Suami. (Foto: Shutterstock)
Dream – Menjadi seorang istri sekaligus ibu rumah tangga belum tentu paham cara mengatur keuangan rumah tangga. Padahal, uang bulanan atau belanja sehari-hari biasanya dikelola istri. Meski dalam beberapa kasus ada juga pasangan yang bersama-sama mengatur keuangan bulanan mereka.
Kesejahteraan keluarga di masa depan kemungkinan besar tidak bisa dicapai jika tidak tahu cara merencanakan keuangan. Kebutuhan hari ini bisa jadi berantakan karena ketidakpiawaian mengatur keuangan.
Tentu saja istri harus dapat membedakan kebutuhan sekarang dan masa depan. Pengeluaran saat ini misalnya biaya makan, uang jajan, bayar utang, dan SPP. Sedangkan kebutuhan masa depan adalah dana investasi anak, dana pensiun, dan investasi.
Semua pengeluaran itu harus direncanakan keuangannya. Dengan demikian, uang bulanan atau uang belanja yang diberikan sang suami dapat digunakan semaksimal mungkin untuk sesuatu yang produktif, bukan konsumtif, seperti berbelanja barang-barang tidak penting.
Istri yang cerdas finansial ini akan disayang suami. Tak hanya pandai mengurus keluarga, istri juga mahir mengelola keuangan dan tahu betul mana kebutuhan keluarga dan mana yang tidak. Lantas, bagaimana caranya menjadi istri yang cerdas finansial? Berikut ini cara-caranya, dikutip dari Cermati.com, Kamis 18 Juni 2020.
Kamu bisa merencanakan keuangan jika sudah mengetahui kondisi keuangan keluarga. Caranya, buatlah daftar pemasukan dan pengeliaran setiap bulan secara rinci.
Jangan sampai ada yang terlewat. Pos belanja harus mencakup segala kebutuhan pokok keluarga.
Buat daftar aset atau harta benda yang dimiliki, baik itu emas, TV, kulkas, dan aset lainnya. Begitu pula dengan utang.
Totalkan jumlah utang, baik dalam bentuk uang, kredit barang, dan sebagainya.
Misalnya membeli mobil lewat kredit kendaraan bermotor. Membeli rumah lewat kredit pemilikan rumah, utang ke teman sekian, jumlahkan seluruhnya. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui secara persis apakah utang lebih besar dari aset atau sebaliknya.
Kamu juga harus tahu apa saja kebutuhan dan keinginan keluarga untuk hari ini dan masa depan. Dengan begitu, kamu bisa memprioritaskan anggaran untuk sesuatu yang lebih penting. Misalnya, menyiapkan dana pendidikan anak yang akan masuk kuliah dalam kurun waktu tiga tahun ke depan dan impian membeli mobil dalam dua tahun.
Kalau sudah disusun, kamu bisa langsung mengeksekusi. Tentu saja harus dibarengi dengan langkah pengendalian agar keuangan keluarga tetap sehat. Namanya juga kebutuhan mendadak, ada saja dan tak tahu kapan waktunya.
Jika ada tawaran diskon atau promo barang lain, abaikan saja. Toh itu tidak masuk daftar belanjaanmu meski harganya lebih murah karena sedang ada promo. Utamakan membeli kebutuhan penting.
Seorang istri atau wanita pun harus pandai merencanakan keuangan untuk masa depan. Berpikir kreatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Hitung-hitung membantu suami.
Jika ada keterampilan membuat kue, berjualan, atau lainnya, manfaatkan menjadi peluang bisnis. Misalnya, merintis bisnis kue kering, buka warteg, atau katering. Yang penting halal dan bisa menghasilkan uang agar dapur bisa tetap “ ngebul”.
Jika ada uang koin atau pecahan kecil, jangan lupa disisihkan. Kamu bisa menggunakan wadah tak terpakai untuk dijadikan tempat menabung. Kalau sudah terkumpul banyak, bisa disetorkan ke bank sehingga bisa menjadi simpanan untuk masa depan.
Selain menabung, Sahabat Dream bisa berinvestasi. Pilihlah produk yang legal dan minim risiko, seperti emas, reksa dana, obligasi, dan deposito.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya