Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Industri keuangan syariah dunia tengah jadi idola. Siapa sangka, Dana Moneter Internasional (IMF) justru berpendapat bisnis baru ini masih sangat rentan.
IMF menilai, sistem keuangan Islami saat ini menghadapi sejumlah tantangan dalam upayanya membuka potensi besar dan tumbuh dengan aman.
Lembaga keuangan dunia ini menilai bisnis yang tengah tumbuh cepat ini masih minim aturan dan kerangka pengawasan yang bisa menangkal risiko khas.
Menurut IMF selama ini pola pengawasan lembaga keuangan Islami hanya mengembangkan dari sistem yang dibangun oleh bisnis konvensional.
" Operasional lintas institusi keuangan telah berkembang tanpa adanya harmonisasi aturan," ungkap IMF seperti dikutip laman themalaymailonline.com, Selasa, 7 April 2015.
Pertumbuhan seperti ini menandakan perlunya kejelasan aturan dan harmonisasi. Standarisasi kerjasama antara lembaga keuangan syariah dan konvensional perlu dibuat serta perangkat pengawasan yang lebih efektif.
Selama ini skala bisnis keuangan syariah telah tumbuh dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. Size bisnis Islami ini ditaksir mencapai US$ 2 triliun dengan diikuti semakin tingginya permintaan ekstensifikasi produk syariah.
Sekitar 40 juta dari 1,6 miliar penduduk muslim dunia tercatat sebagai nasabah keuangan syariah. Posisi ini melesat cepat dibandingkan keadaan di awal 1970-an.
Meski tumbuh cepat, pangsa pasar bisnis syariah dunia ternyata sangat minim. Hanya sekitar persen dari total aset dunia yang mencapai US$ 140 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya