Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimis ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat anjlok pada beberapa bulan lalu. Pasalnya, kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Malaysia.
Hal ini disampaikan Jokowi di hadapan para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
“ Selama sekian bulan ini, kita hanya tertekan kurang lebih 5,8%. Coba bandingkan dengan Brasil seperti apa? Rusia seperti apa? Yang dekat kita juga, Malaysia yang sudah kehilangan cadangan devisa banyak sekali tetapi juga mata uang mereka tidak menguat,” ujar Jokowi seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa, 7 April 2015.
Menurut Jokowi, ketika kondisi rupiah tengah terperosok, ruang fiskal negara dalam posisi yang sangat baik. Apalagi pemerintah sebelumnya telah mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Selain itu, masih banyak pos anggaran yang belum dibelanjakan seperti anggaran infrastruktur, serta anggaran untuk nelayan dan petani.
" Memang belanja-belanja baru akan banyak bulan April ini. Kalau kita melihat apalagi kepercayaan investasi terhadap kita juga sangat baik. Kita mutar kemarin ke beberapa negara, sangat baik, sangat positif,” terang Jokowi.
Untuk itu, Jokowi meminta agar masyarakat optimis dan satu suara. Selain itu, harus dibangun kepercayaan kepada pemerintah.
“ Percaya diri bahwa kita itu mampu mengatasi ini, hanya itu. Posisinya APBN kita juga longgar kok. Itu yang pertama,” tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya