Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kinerja emiten yang kurang menggembirakan menjatuhkan bursa saham syariah Indonesia. Kondisi semakin tertekan setelah muncul sentimen negatif dari bursa global dan regional.
Pelaku pasar cenderung menahan diri setelah melihat kinerja yang tak sesuai ekspektasi. Bahkan muncul spekulasi rilis pertumbuhan ekonomi diragukan membaik.
Pada prapembukaan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 29 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,244 poin (0,15%) ke level 157,747. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 1,593 poin (0,24%) ke level 654,820
Di sesi pembukaan, kondisi tak berubah banyak. ISSI bahkan semakin tenggelam usai turun 0,521 poin (0,33%) ke level 157,470. Sedangkan JII melemah 3,336 poin (0,51%) ke level 653,077.
Sebanyak 20 emiten mengawali perdagangan dengan melaju di zona merah. Beruntung, 8 emiten syariah lainnya sudah berasil masuk zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini dimulai dengan dana Rp 16,11 miliar dan 56,52 juta saham berpindahtangan.
Penurunan indeks syariah seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga turun tipis 9,024 poin (0,19%) ke level 4.839,366
Lantai bursa pagi ini mengawali sesi perdagangan dengan dana Rp 25,42 miliar. Kabar baiknya, investor asing sudah mulai berani melakukan aksi beli dengan nett buy tipis Rp 83 juta
Hanya indeks sektor perdagangan yang bergerak menguat usai naik 0,15 persen. Sisanya, masih tertekan tekanan jual dengan koreksi terdalam dialami emiten properti 0,43 persen, keuangan 0,38 persen, indystri dasar 0,37 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya