Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hitarth Dholakia, Anak Jutawan Yang Bekerja Menjadi Buruh. (Foto: Sinar Harian)
Dream – Keluarga kaya di Gujarat, India, punya cara bijak agar anak-anaknya tidak keenakan hidup sebagai orang kaya. Tampaknya, keluarga itu sangat ingin melihat anak-anaknya menikmati kesuksesan dengan cara bersusah payah dan tidak mengandalkan warisan.
Alhasil anak-anak dari keluarga gaya itu dikirim ke daerah lain untuk bekerja usai kuliah. Uniknya, mereka tidak memberi bekal apapun, baik telepon maupun modal usaha.
Dilaporkan Sinar Harian, Jumat, 18 Agustus 2017, salah satu anak keluarga ini, Hitarth Dholakia, dikirim ke Hyderabad, India, untuk menjalani hidup sebagai orang biasa.
Keluarga yang memiliki aset 4 miliar ringgit (Rp12,4 triliun) ini hanya membekali sang anak dengan uang sebesar 33 ringgit, hampir Rp1 juta, atau tepatnya Rp932.900.
Hitarth yang tiba di Hyderabad sebulan lalu tak punya kenalan dan tempat tinggal di daerah itu.
© Dream
Lulusan sarjana di universitas di New York, Amerika Serikat ini mengaku takut ketika diminta keluarganya menjalani kehidupan yang serba susah selama sebulan.
“ Saya tidak tahu kota, budaya, dan bahasanya. Saya takut, tapi yakin. Dengan uang di dompet dan tak ada telepon, saya tiba di Hyderabad dan mulai hidup baru,” kata dia.
Hitarth mengaku mencari pekerjaan baru setiap minggu untuk memenuhi keperluan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan harian.
Di sana, dia tak bisa menggunakan nama keluarga atau hal-hal yang berkaitan dengan identitas asalnya.
© Dream
Dia mendapatkan tempat tinggal berupa rumah singgah dengan biaya 6 ringgit (Rp18.658) dan harus berbagi dengan 17 orang penghuni lain. Hitarth pernah bekerja di warung makan dengan gaji 267 ringgit (Rp830.298) selama tiga hari.
Kemudian, ia juga mendapatkan pekerjaan di bidang pemasaran di sebuah SPBU dengan bayaran 100 ringgit (Rp310.973).
Dalam waktu 4 minggu, Hitarth bergonta-ganti pekerjaan sebanyak 4 kali dan berhasil mengumpulkan uang sebesar 5 ribu rupee (Rp1,04 juta).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya