Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo.
Dream – Pemerintah menargetkan pendapatan sebesar Rp1.878,4 triliun pada RAPBN 2018. Target penerimaan negara ini terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.609,4 triliun dan penerimaan bukan pajak (PNBP) Rp267,9 triliun.
“ Pemerintah akan berupaya secara maksimal untuk dapat mencapai target penerimaan itu, dengan berbagai langkah perbaikan, serta memanfaatkan semua potensi ekonomi nasional. Namun dengan tetap menjaga iklim investasi dan stabilitas dunia usaha,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, ditulis Kamis 17 Agustus 2017.
Jokowi mengatakan, target penerimaan negara yang sebesar Rp1.878,4 trilun dan belanja negara Rp2.204,4 triliun ini membuat defisit anggaran sebesar Rp325,9 triliun atau setara dengan 2,19 persen dari PDB.
“ Sasaran defisit anggaran tahun 2018 itu lebih rendah dari outlook-nya di tahun 2017 yang sebesar Rp362,9 triliun atau 2,67 persen dari PDB,” kata dia.
Untuk membiayai defisit anggaran, pemerintah akan memanfaatkan sumber pembiayaan dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk utang. Utang ini akan dikelola dengan hati-hati dan bertanggung jawab sesuai dengan standar pengelolaan internasional.
“ Pinjaman tersebut akan digunakan untuk kegiatan yang produktif mendukung program pembangunan nasional, di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur, serta pertahanan dan keamanan,” kata dia.
Selain itu, Jokowi mengatakan rasio utang terhadap PDB akan dijaga di bawah tingkat yang diatur dalam keuangan negara, dikelola secara transparan dan akuntabel, serta meminimalkan risikonya pada stabilitas perekonomian di masa sekarang dan akan datang. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya