Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Menargetkan Belanja Negara Pada Tahun 2018 Sebesar Rp2.404 Triliun.
Dream – Pemerintah menargetkan belanja negara pada 2018 sebesar Rp2.204,4 triliun. Belanja negara ini akan diarahkan untuk menekan kemiskinan dan kesenjangan.
“ Guna menciptakan keadilan dan perlindungan sosial pada masyarakat, yang akan dilakukan melalui peningkatan efektivitas program perlindungan sosial dan penajaman pada belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.
Jokowi mengatakan, belanja negara sebesar Rp2.204,4 triliun ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.443,3 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp761,1 triliun.
Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah efisiensi, penajaman kualitas belanja, serta pencapaian sasaran pembangunan.
“ (Tujuannya) Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengatasi ketimpangan, serta memeratakan pembangunan yang berkeadilan,” kata dia.
Sekadar informasi, belanja negara di RAPBN 2018 naik Rp324 triliun dari RAPBN 2017 yang sebesar Rp2.080 triliun. RAPBN 2017 ini terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.315 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesarRp60 triliun.
Selain belanja negara, pemerintah turut menargetkan beberapa asumsi makro pada 2018, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp13.500 per dolar AS, inflasi 3,5 persen, nilai rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,3 persen, dan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sebesar US$48 per barel dengan produksi minyak dan gas bumi sebesar 2 juta barel per hari—rinciannya produksi minyak 800 ribu barel per hari dan gas bumi 1,2 juta barel per hari. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya