Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bangsa Indonesia sudah merdeka lebih dari tujuh dekade. Akan tetapi, hasil kemerdekaannya belum dirasakan oleh semua rakyat Indonesia.
“ Namun, kita menyadari bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraan di Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.
Misalnya, kata dia, pembangunan masih tak merata di pelosok Tanah Air. Dia juga mengakui pemerintah juga belum bisa mewujudkan keadilan sosial.
Untuk itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini fokus untuk memeratakan perekonomian yang berkeadilan. Pemerintah pun turut membangun perekonomian daerah pinggiran.
Misalnya, pemerintah memperbaiki bangunan di daerah perbatasan Papua serta menekan harga barang dan harga BBM di sana. Lalu, pemerintah juga turut membagikan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat di Miangas.
“ Kami ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan kehadiran negara, merasakan buah pembangunan, dan bangga menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keadilan sosial harus mampu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” kata dia.
Selain itu, Jokowi mengatakan pemerataan ekonomi bisa memperkuat persatuan Indonesia, terutama dalam menghadapi persaingan global. Tak ada lagi “ kelas” dalam lapisan masyarakat.
“ Semuanya setara mendapatkan manfaat dari pembangunan. Semuanya ikut terlibat mengambil tanggung jawab ekonomi yang berkeadilan,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya