7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menulis Resume Tak Boleh Sembarangan, Lho, Sahabat Dream. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, menulis resume merupakan hal yang susah-susah gampang. Ketika menulis, kadang yang dituangkan terlalu panjang dan terlalu sedikit. Padahal membuat daftar riwayat hidup tak boleh sembarangan.
Jika asal-asalan menulis, bisa jadi tidak termasuk ke dalam kandidat terpilih dari perusahaan yang diincar.
Maka, tak jarang orang yang copy paste pola penulisan daftar riwayat hidup dari internet. Tapi, cara ini justru adalah cara yang harus dihindari dalam menulis resume yang baik, bahkan cara ini dihindari oleh orang sukses sekali pun.
Lalu, harus bagaimana dong?
Dilansir dari Lifehack, Rabu 16 Agustus 2017, ada empat hal yang dihindari oleh orang-orang sukes dalam menulis daftar riwayat hidup.

Pertama, menggunakan template dari internet. Semua orang saat ini menggunakan pola yang sama degngan yang diunggah di internet. Jika ingin resumenya berhasil memikat perusahaan, cobalah untuk membuat resume yang menarik dan membuat orang membacanya lebih dari 8 detik. Ini yang biasa dilakukan oleh orang sukses.
Kedua, daftar riwayat hidup yang terlalu panjang. Biasanya, resume ini hanya sepanjang satu halaman. Isinya? Yang penting-penting saja. Orang sukses biasanya membuat resume satu halaman untuk menceritakan perjalanan karier yang berhubungan dengan posisi yang diincar.
Jika terlalu banyak perjalanan karier, tak apa untuk menambahnya menjadi dua halaman selama halaman pertama bisa merebut perhatian pembaca dan menarik perhatiannya untuk melanjutkan membaca resume.

Ketiga, orang sukses menghindari kesalahan penulisan bahasa dan salah ketik. Ini memang bukan penulisan laporan. Tapi, menulis resume pun juga sebaiknya menghindari penulisan kata-kata dan bahasa.

Keempat, menaruh informasi pribadi terlalu banyak. Ketika menulis resume, sebaiknya menuliskan sedikit informasi pribadi, misalnya hobi dan minat, terutama yang unik-unik. Hindari menyebut agama atau pandangan politik.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?