Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Gautam Adani (Foto: Twitter)
Dream - Drop out atau dikeluarkan dari sekolah bukan berarti orang tersebut akan gagal di kemudian hari. Jika memiliki tekad untuk maju dan tetap mengembangkan diri, usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Kiasan tersebut dibuktikan oleh miliuner asal India, Gautam Adani. Ia diketahui telah menempuh banyak halang rintang setelah dinyatakan dikeluarkan dari Universitas Gujarat, Ahmedabad.
Meski begitu, kini dia berada di pucuk pimpinan Grup Adani yang mengepalai berbagai industri, seperti pembangkit listrik, minyak, real estate, dan infrastsuktur.
Kekayaannya Andani bahkan disebut-sebut telah melampaui Taipan Air milik China Zhong Shanshan dan menjadikkannya orang terkaya ke dua di Asia.
Melansir dari Forbes, kekayaan Gautama Adani mencapai USD66,2 atau setara Rp888 triliun lantaran adanya kenaikan pesat harga saham perusahaan di bawah Grup Adani.
Bloomberg melaporkan, Andani juga mengalahkan kekayaan sesama miliuner Elon Musk untuk pertumbuhan kekayaan tebesar di tahun 2021.
Pada awal 2020, Adani mengakuisisi Aditya Estates dengan nilai dilaporkan sebesar US$5,5 juta (Rp784 miliar). Properti yang terletak di daerah perumahan paling mahal di New Delhi, mencakup 1,4 ha tanah dan termasuk sebuah bungalow seluas 25 ribu kaki persegi.
Menurut GQ India, rumah tersebut memiliki tujuh kamar tidur, enam ruang tamu dan ruang makan, dan 7.000 kaki persegi tanah untuk tempat tinggal staf. Perkebunan ini juga mencakup taman yang luas, dimana Adani kerap menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan santai.
Adani memiliki minat tinggi dalam dunia penerbangan. Pada 2020, Grup Adani mengakuisisi saham pengendali sebesar 74 persen di Bandara Mumbai, menjadi pengembang bandara swasta terbesar di India.
Ketertarikan pada perjalanan udara ini terbukti dalam kehidupan pribadinya. Ia suka bermewah-mewahan saat terbang, dengan memiliki tiga jet pribadi: Bombardier Challenger 600 (senilai USD 700-900 ribu, menurut evojets.com), Embraer Legacy 650 (senilai US$15-19 juta), dan Hawker 800 (senilai US$2 juta).
Namun ia dan keluarganya juga kerap menghindari lalu lintas dengan menggunakan tiga helikopternya. Pada 2011, The Times of India menyatakan bahwa ia membeli sebuah helikopter 15 kursi Augusta Westland AW139 senilai US$1,65 juta.
Saat Adani mulai bepergian dengan skuter Bajaj Super abu-abunya pada periode 1980, dia tak lama bisa pamer kekayaan dengan telah mengumpulkan koleksi mobil mewah. Termasuk limusin BMW Seri 7, Rolls-Royce Ghost dan Ferrari California merah, yang menurut orang-orang terdekat adalah favoritnya.
Namun, Adani juga tak lupa untuk menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk amal dan membantu orang-orang membutuhkan. Pada 1996, dia ikut mendirikan Yayasan Adani bersama Priti, istrinya, yang menjabat sebagai ketua yayasan.
Bersama yayasan tersebut, mereka telah berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat di seluruh India dengan proyek di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur masyarakat, dan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Sementara pada 2020, The Economic Times melaporkan, Adani menyumbangkan sekitar US$13,7 juta ke PM Cares Fund untuk membantu memerangi pandemi Covid-19.
The Times of India juga mengumumkan, Grup Adani bantu mengatur empat tangki kriogenik ISO dengan 80 ton oksigen cair dan 5.000 tabung oksigen kelas medis dari Arab Saudi untuk membantu mereka yang terkena virus.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam