Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Penampakan Sidik Jari Dari Luar Angkasa Dan Orang-orang Berjubah Putih Di Dekatnya. (Foto: Video TikTok)
Dream - Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan gambar mirip sidik jari manusia muncul di tengah padang pasir.
Rekaman yang diambil dari aplikasi Google Earth itu diyakini terlihat di Rhyolite, Nevada, Amerika Serikat.
Yang lebih seram lagi, ketika gambar mirip sidik jari itu diperbesar, tampak sekelompok orang memakai jubah putih tengah melakukan ritual.
Tampak dalam video figur orang-orang memakai jubah putih berdiri mengelilingi beberapa garis lingkaran yang membentuk sidik jari ketika dilihat dari atas.

Hingga saat ini, video yang diunggah di TikTok @amj_oud itu telah ditonton lebih dari 35 juta kali.

Namun banyak yang bertanya-tanya dan ngeri tentang keberadaan orang-orang berjubah putih tersebut.

Bahkan, hingga kini masih banyak yang belum bisa mengidentifikasi apa yang terjadi di kawasan yang terlihat dalam rekaman viral tersebut.
Namun, rasa penasaran netizen akhirnya terjawab ketika salah satu netizen memberitahukan kejadian yang sebenarnya.

Menurutnya, sekelompok orang yang diduga melakukan ritual tersebut sebenarnya adalah patung-patung yang mengisi sebuah museum terbuka di sana.
Museum terbuka tersebut diberi nama Goldwell Open Air Museum, dan terletak di jalan menuju Death Valley, California.
Hasil referensi di situs resmi museum menyebutkan bahwa patung itu dibangun oleh sekelompok seniman terkenal Belgia yang dipimpin oleh Albert Szukalski.
Sementara itu, informasi menyebut jika Rhyolite adalah kota pertambangan yang berasal dari abad ke-20.
Namun sekitar tahun 1920, kota itu ditinggalkan dan kini menjadi lokasi objek wisata yang populer.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
